Menu

Dark Mode
China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis Co-founder Ubisoft Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat Proyek Raksasa di Gurun Nevada: 1.650 Antena untuk Mengintip Semesta

Kabar Bogor

Kolab Bareng WWF, Pasar Jambu Dua Siap Jadi Pilot Project Olah Sampah Plastik

badge-check


					Kolab Bareng WWF, Pasar Jambu Dua Siap Jadi Pilot Project Olah Sampah Plastik Perbesar

Pasar Jambu Dua di bawah Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) siap menjadi pasar percontohan di Indonesia dalam pengolahan sampah plastik. Hal tersebut terungkap setelah Perumda PPJ berkolaborasi dengan World Wildlife Fund for Nature (WWF).

Menurut Manager Keamanan Kebersihan Ketertiban (K3) Perumda PPJ Dedi Suharto, beberapa hari lalu, pihaknya menerima kunjungan dari WWF ke Pasar Jambu Dua.

Dia menjelaskan, bahwa WWF merupakan salah satu NGO atau badan dunia yang fokus dalam menangani penyelamatan lingkungan, salah satunya programnya pengurangan sampah plastik.

Hal itu, kata dia beriringan dengan keinginan Perumda PPJ untuk, bisa memiliki tempat sampah terpadu di kawasan pasar yang representatif juga memenuhi berbagai syarat serta dapat dukungan dari pemerintah dan WWF.

“Kita berkolaborasi dengan WWF dalam pengurangan sampah plastik, jadi mereka mensurvei lokasi sesuai ajuan Perumda Pasar Pakuan Jaya. Mereka akan membangun infrastruktur pengelolaan sampah di Pasar Jambu Dua,” kata Dedi, Rabu 15 Maret 2023.

Dedi juga mengatakan, didalam program plastik smart city, mereka cenderung fokus ke dalam penanganan sampah plastik yang didalam konsep mereka apabila Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) terwujud maka akan menjadi percontohan.

“Karena hingga saat ini belum ada TPS3R yang berlokasi di pasar,” ungkapnya.

Dalam kolaborasi tersebut,  ke depan akan dilakukan pelatihan proses pemilahan hingga pengolahan sampah di dampingi oleh pihak WWF. “Jadi, dari pedagang sampah-sampah itu sudah harus terpilah antara yang organik dan non organik, terutama sampah plastik,” tuturnya.

Kemudian lanjut dia, nanti dilokasi TPS-nya akan di buatkan area untuk pengolahan sampah organik dan non organik. Endingnya sampah kotor tersebut diolah menjadi sampah ekonomis.

Terakhir Dedi mengatakan, karena pasar itu sangat erat kaitannya dengan produksi sampah, baik sampah organik maupun non organik, makan melalui kerjasama ini bisa memberikan kontribusi terhadap kebersihan lingkungan.

“Semoga melalui kolaborasi ini, kita bisa berkontribusi terhadap penilaian kebersihan lingkungan di Kota Bogor dalam Adipura, Pasar SNI atau Pasar Juara di kota Bogor,” tandas dia.

Sementara itu Kepala Unit Pasar Jambu Dua Aji Firdaus mengaku sangat mendukung kerjasama tersebut, karena tujuan WWF ini kan membuat pengelolaan sampah merupakan salah satu hal yang sangat baik.

“Insya Allah kedepan kita memiliki tempat pengelolaan sampah terpadu pertama di pasar di Indonesia.  Saya harap Pasar Jambu Dua mejadi pasar percontohan terutama dalam hal pengelolaan sampah agar pasar-pasar lain bisa mengikuti, dan kita bisa menjadi juara pasar SNI di Indonesia,” pungkasnya.Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ini Langkah Awal Arwinsyah Putra Usai Terpilih Jadi Ketua Kadin

18 June 2026 - 15:15 WIB

Duta KTR Kota Bogor Dikukuhkan

17 June 2026 - 15:19 WIB

Bentuk Saka Adminduk, Pramuka Kota Bogor dan Discukcapil Teken MoU

13 June 2026 - 22:23 WIB

HJB, Imigrasi Bogor Layani 544 Pemohon Paspor

13 June 2026 - 09:43 WIB

HJB 544, Dedie-Jenal Beri Penghargaan kepada Masyarakat

3 June 2026 - 23:19 WIB

Trending on Kabar Bogor