Menu

Dark Mode
Kapolresta Kota Bogor dan Dandim Ajak Wartawan Kompak Amankan Kota Bogor Pengurus Gudep SDN Papandayan Dilantik, Ini Pesan Ka Kwarcab Kota Bogor Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum

Kabar Politik

Soal DOB Bogor Barat, Ini Pesan Akademisi Untuk Mahasiswa Bogor

badge-check


					Soal DOB Bogor Barat, Ini Pesan Akademisi Untuk Mahasiswa Bogor Perbesar

Akademisi Universitas Djuanda, Aep Saepudin Muhtar mengajak mahasiswa peduli dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk persiapan Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Barat.

“Untuk mempersiapkan semua itu perlu adanya sumber daya manusia berkualitas sebagai motor pergerakan,” kata pria yang akrab disapa Gus Udin itu saat menjadi pemateri dalam Rapat Kerja Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) di Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin (6/2/2023).

Gus Udin menyebutkan, mahasiswa setempat harus berperan untuk meningkatkan indeks pendidikan di Kabupaten Bogor yang tergolong masih rendah.

“Sebagai seorang mahasiswa yang berdomisili di Rumpin maka sudah menjadi kewajiban untuk bersama meningkatkan pendidikan di Kabupaten Bogor terkhusus Rumpin, mahasiswa haruslah menjadi agent of control dalam semua bidang,” ujarnya.

Gus Udin yang juga anggota Tim Percepatan Pembangunan Strategis (TP2S) Kabupaten Bogor mengungkapkan, pemekaran wilayah Bogor Barat akan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Rumpin, mengingat wilayah tersebut salah satu yang potensial di Bogor Barat.

“Mengingat topografi Rumpin sangat ideal, sehingga memungkinkan sekali apabila Rumpin menjadi ibu kota Bogor Barat nantinya. Sumber daya alam yang melimpah haruslah menjadikan Rumpin sebagai wilayah maju di Kabupaten Bogor,” ujar Gus Udin.

Sementara, Ketua Umum HMR, Wildan Muholad, mengamini apa yang dipesankan itu. Menurutnya, ke depan Rumpin harus lebih berkembang dengan juga adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Rumpin ke depan harus lebih berkembang dalam hal persoalan pendidikan, infrastruktur dan sosial, sehingga Rumpin bisa lebih siap dan mampu,” kata Wildan.

Diketahui, wacana pemekaran wilayah barat Kabupaten Bogor sudah mengemuka sejak tahun 2000. Saat itu Forum Komunikasi Masyarakat Bogor Barat (FKMB2) paling vokal menyuarakan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Barat.

Bertahun-tahun disuarakan, aspirasi itu kemudian direspons pada tahun 2005 oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, diawali dengan pelaksanaan seminar mengenai pengembangan wilayah.

Kemudian, tahun 2006 Pemkab Bogor mulai melakukan penelitian pengembangan wilayah dengan menggandeng PT Bermuda Jasa Utama (BJU).

Berselang satu tahun, September 2007, DPRD Kabupaten Bogor menerbitkan Surat Keputusan (SK) No 12 tahun 2007 tentang persetujuan pembentukan DOB pemekaran daerah kabupaten Bogor.

Dalam keputusan tersebut ditentukan ada 14 Kecamatan Kabupaten Bogor yang akan memisahkan diri dengan nama daerah Kabupaten Bogor Barat.

Kecamatan tersebut antara lain, Dramaga, Ciampea, Tenjolaya, Cibungbulang, Pamijahan, Leuwiliang, Leuwisadeng, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga, Tenjo, Parungpanjang, dan Rumpin. (Billy Adhiyaksa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

27 January 2026 - 22:54 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolresta Temui Pimpinan DPRD Kota Bogor

27 January 2026 - 20:08 WIB

Ulang Tahun, Redpem dan PDI-P Gelar Baksos di Pandeglang

18 January 2026 - 22:02 WIB

 Komisi IV DPRD Kota Bogor Bahas Sinergi dan Pembentukan Panja

13 January 2026 - 22:14 WIB

Terima Kunjungan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kota Bogor, Ini Kata Ketua DPRD

8 January 2026 - 22:15 WIB

Trending on Kabar Politik