Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Sport

Tuding Panpel Arum Jeram Porprov Curang, Kontingen Kabupaten Bogor Pilih Walkout

badge-check


					arum-jeram (foto bogorkab.go.id) Perbesar

arum-jeram (foto bogorkab.go.id)

Panitia penyelenggara Porprov Jabar 2022 cabang olahraga Arum Jeram dituding curang. Kisruh antara panpel dan para kontingen dari sejumlah wilayahpun tak terhindarkan. Podium yang semestinya menjadi pusat perhatian, mendadak sepi ditinggal para atlet dan rombongan kontigen.

Ketua Federasi Arum Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Bogor, TB. Wajedi Nur mengaku sangat kecewa kepada panitia pelaksana Porprov Jabar 2022 cabang olahraga Arum Jeram. Musababnya, sejak awal timnya akan berlaga, perahu yang disediakan dalam keadaan bocor. 

“Pada saat hendak mengambil perahu lagi, oleh panitia dibuat tergesa-gesa untuk segera turun ke air tanpa pemanasan. Turun perahu dengan waktu singkat, persekian menit sementara atlet Kabupaten Bekasi sudah siap di air. Tim kami belum sampai garis star, panitia sudah melepas peserta. Itu kecurangan yang pertama,” tandas Wajedi kepada kabaronline.co.id, Jumat (18/11/2022).

Soal kebocoran perahu dan upaya panpel yang tidak memberikan waktu yang layak bagi atlet asal Kabupaten Bogor, lanjut Wajedi, juga diketahui para atlet asal wilayah lain yang turut menyaksikan. “Pada saat kami menyampaikan protes dengan baik-baik kepada panpel, waktu itu bukan hanya Kabupaten Bogor, tetapi bareng dari Subang dan Sumedang mengajukan gugatan protes, tidak ada yang dihiraukan oleh panitia,” jelas Wajedi.

Wajedi juga mengatakan, kecuragan kedua yang dilakukan panpel yakni ada atlet asal Kabupaten Ciamis yang terlambat datang ke venue, tidak diberi sanksi yang tegas sebagaimana ketentuan. “Saksinya ada atlet dari Kabupaten Subang dan Sumedang yang juga ikut memprotes. Panpel malah menunggu, padahal secara aturan seharusnya didiskualifikasi,” urainya.

Wajedi mengakui sempat terjadi kisruh antara panpel dan para kontingen yang protes. Mereka sepakat menilai panpel tidak professional dalam menyelenggarakan ajang prestisius itu. “Seharusnya panpel melaksanakan secara fairplay, tidak boleh memihak apalagi tidak bijaksana. Seharusnya dilakukan tanding ulang. Sebetulnya panpel tau seharusnya seperti apa menghadapi situasi seperti itu,” ujarnya lagi.

Akibat adanya kecurangan tersebut, rombongan atlet dan kontingen cabor Arum Jeram asal Kabupaten Bogor yang saat itu meraih perak, memilih walkout dan meninggalkan venue tanpa naik ke podium. Suasana juga sempat memanas saat kontingen asal Kabupaten Bogor melakukan protes keras kepada para panitia hingga dilerai aparat kepolisian yang berjaga. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi dari penyelenggara Porprov Jabar 2022.

Penulis Saleh Nurangga

Editor RB Adhiyaksa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor

6 May 2026 - 08:43 WIB

Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia

6 May 2026 - 08:29 WIB

Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta

5 May 2026 - 08:30 WIB

Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

4 May 2026 - 22:29 WIB

May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan Sebar Ratusan Sembako

1 May 2026 - 11:55 WIB

Trending on Headline