Menu

Dark Mode
Pinjam Pakai Eks Kantor Imigrasi, Pemkot Bogor Teken Perjanjian Layanan Publik Makin Mudah, Imigrasi dan Dukcapil Buka Layanan di PWI Kota Bogor Mantan Bos Microsoft Minta Dikenalkan ke Tim Cook Lewat Jeffrey Epstein Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain, Anaknya Berumur Pendek Ramai Bill Gates dan Jeffrey Epstein Rencanakan Pandemi, Ini Faktanya Meta Dituduh Jadi Sarang Predator dan Eksploitasi Anak

Kabar Sport

Tuding Panpel Arum Jeram Porprov Curang, Kontingen Kabupaten Bogor Pilih Walkout

badge-check


					arum-jeram (foto bogorkab.go.id) Perbesar

arum-jeram (foto bogorkab.go.id)

Panitia penyelenggara Porprov Jabar 2022 cabang olahraga Arum Jeram dituding curang. Kisruh antara panpel dan para kontingen dari sejumlah wilayahpun tak terhindarkan. Podium yang semestinya menjadi pusat perhatian, mendadak sepi ditinggal para atlet dan rombongan kontigen.

Ketua Federasi Arum Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Bogor, TB. Wajedi Nur mengaku sangat kecewa kepada panitia pelaksana Porprov Jabar 2022 cabang olahraga Arum Jeram. Musababnya, sejak awal timnya akan berlaga, perahu yang disediakan dalam keadaan bocor. 

“Pada saat hendak mengambil perahu lagi, oleh panitia dibuat tergesa-gesa untuk segera turun ke air tanpa pemanasan. Turun perahu dengan waktu singkat, persekian menit sementara atlet Kabupaten Bekasi sudah siap di air. Tim kami belum sampai garis star, panitia sudah melepas peserta. Itu kecurangan yang pertama,” tandas Wajedi kepada kabaronline.co.id, Jumat (18/11/2022).

Soal kebocoran perahu dan upaya panpel yang tidak memberikan waktu yang layak bagi atlet asal Kabupaten Bogor, lanjut Wajedi, juga diketahui para atlet asal wilayah lain yang turut menyaksikan. “Pada saat kami menyampaikan protes dengan baik-baik kepada panpel, waktu itu bukan hanya Kabupaten Bogor, tetapi bareng dari Subang dan Sumedang mengajukan gugatan protes, tidak ada yang dihiraukan oleh panitia,” jelas Wajedi.

Wajedi juga mengatakan, kecuragan kedua yang dilakukan panpel yakni ada atlet asal Kabupaten Ciamis yang terlambat datang ke venue, tidak diberi sanksi yang tegas sebagaimana ketentuan. “Saksinya ada atlet dari Kabupaten Subang dan Sumedang yang juga ikut memprotes. Panpel malah menunggu, padahal secara aturan seharusnya didiskualifikasi,” urainya.

Wajedi mengakui sempat terjadi kisruh antara panpel dan para kontingen yang protes. Mereka sepakat menilai panpel tidak professional dalam menyelenggarakan ajang prestisius itu. “Seharusnya panpel melaksanakan secara fairplay, tidak boleh memihak apalagi tidak bijaksana. Seharusnya dilakukan tanding ulang. Sebetulnya panpel tau seharusnya seperti apa menghadapi situasi seperti itu,” ujarnya lagi.

Akibat adanya kecurangan tersebut, rombongan atlet dan kontingen cabor Arum Jeram asal Kabupaten Bogor yang saat itu meraih perak, memilih walkout dan meninggalkan venue tanpa naik ke podium. Suasana juga sempat memanas saat kontingen asal Kabupaten Bogor melakukan protes keras kepada para panitia hingga dilerai aparat kepolisian yang berjaga. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi dari penyelenggara Porprov Jabar 2022.

Penulis Saleh Nurangga

Editor RB Adhiyaksa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi

3 February 2026 - 13:01 WIB

Kepala BNN RI Dukung Penguatan Koordinasi Nasional

2 February 2026 - 09:17 WIB

Jalan Batutulis Retak, Dedie Rachim Instruksikan Tutup Jalur Sepeda Motor

30 January 2026 - 18:56 WIB

Kasum TNI Tinjau Pembangunan Huntara-Huntap di Tapanuli Selatan

30 January 2026 - 18:17 WIB

​TPT Ambruk di Kota Bogor, 1 Warga Bondongan Meninggal Dunia

29 January 2026 - 22:55 WIB

Trending on Headline