Menu

Dark Mode
Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN Pemkot Ajak Konsistensi Jaga Kebersihan Kota Bogor April Sudah Masuk Kemarau, Kenapa Masih Hujan Deras? Tentara Israel Akui Iron Dome Cs Gagal Bendung Rudal Iran Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar Satelit NASA Ungkap Tembok Hijau China Menjinakkan Gurun

Kabar Bogor

Di Kabupaten Bogor, Harga Cabe Rawit Makin Meroket

badge-check


					Di Kabupaten Bogor, Harga Cabe Rawit Makin Meroket Perbesar

Harga komoditas pangan di sejumlah pasar  terus mengalami kenaikan signifikan.Salah satunya harga cabai rawit merah yang terus mengalami kenaikan, bahkan sampai menyentuh angka 60 persen lebih kenaikannya. Di sejumlah pasar di Kabupaten Bogor, cabe rawit merah dijual dengan harga 130 ribu per kilogramnya, pada Rabu (22/6/2022).

Sebelumnya harga cabe rawit merah dijual 60 ribu perkilo, kini naik menjadi 130 ribu. Bukan itu saja,  bawang merah kini dikisaran 60 ribu rupiah perkilogramnya. Sejumlah pedagang cabai di Pasar Ciawi  mengaku, kenaikan dipicu akibat gagal panen dan pengaruh cuaca hujan, sehingga membuat pasokan cabai sedikit dan menjelang hari raya idul adha.

Di pasar tradisional Ciawi  Kabupaten Bogor, pedagang mengaku naiknya harga cabai rawit merah membuat penjualan berkurang hingga omzet  menurun 30-40 persen. Kenaikan diikuti harga kebutuhan lainnya, seperti cabe rawit hijau, cabe merah kriting, sayur mayur hingga telur dan ayam potong. Cabe rawit hijau dari harga sebelumnya 45 ribu perkilogramnya, kini harga 80 ribu.Sementara cabai keriting merah dan hijau dari 60 ribu perkilogramnya sekarang 80 ribu. Cabai hijau dari 60 ribu perkilogramnya, sekarang 80 ribu dan cabai besar merah dari 50 ribu menjadi 65 ribu.

Baca juga:

Pemkot Bogor Jadi Pilot Project Implementasi e-Materai

“Pusing kita jualnya, kalau harganya dinaikin kasihan yang beli. Pemerintah harus cari solusinya, biar harga stabil,” kata Abdul Aziz, pedagang cabai rawit merah di Pasar Ciawi.

Kenaikan harga cabai rawit merah dan bawang merah lanjutnya,  menyebabkan penjualan menurun. Pasalnya para pembeli yang biasa membeli banyak, kini hanya beberapa kilogram saja.

“Omzet pedagang turun 30-40 persen. Bahkan pembeli untuk kebutuhan warteg pun, merasa kewalahan karena olahan sambel yang dibuatnya harus dibuat dengan modal yang cukup mahal,” katanya.

Sementara itu Ny. Reni, pembeli yang ditemui di pasar mengaku, uang 100 ribu untuk belanja di rumah tidak cukup. Dia terpaksa membeli bahan masakan, dengan  jumlah sedikit.

Penulis Asol

Editor Aldho Herman

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN

7 April 2026 - 21:39 WIB

PDIP Kota Bogor Terima SK Pengurus

7 April 2026 - 08:58 WIB

Komdigi: Rating Gim IGRS di Steam Bukan Klasifikasi Resmi

6 April 2026 - 14:39 WIB

Gelar Diskusi Lintas Agama, PIKI Perkuat Sinergi Wujudkan Depok Kota Toleran

4 April 2026 - 22:07 WIB

Drone 360 Antigravity A1 Tawarkan Sensasi Terbang Tanpa Tuas

4 April 2026 - 19:27 WIB

Trending on Kabar Bogor