Menu

Dark Mode
ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon Anggota DPR AS Desak Bill Gates Bersaksi di Bawah Sumpah soal Epstein Elon Musk Tuding Perdana Menteri Spanyol Tiran, Kenapa?

Bogoh Ka Bogor

Meski Kasus Covid Landai, Pengurai Keramaian di Kota Bogor Diaktifkan

badge-check


					apel-siaga-covid Perbesar

apel-siaga-covid

Wali Kota Bogor, Bima Arya memimpin Apel Sinergitas Mengabdi Melawan Covid-19 Kota Bogor di Lapangan Parkir Pasar Sukasari, Jalan Sukasari, Kota Bogor, Rabu (19/1/2022).

Apel dengan peserta dari berbagai unsur yakni TNI, Polri, Satpol PP dan unsur kecamatan ini untuk kembali mengaktivasi kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi varian Covid-19 Omicron.

Bima Arya mengatakan, salah satu yang menjadi tekanan dan arahan dari Presiden, Menko, Gubernur yakni memastikan agar semua tingkat bersiaga, sama seperti pertengahan tahun lalu ketika varian delta masuk ke Indonesia.

“Kata kuncinya siaga dan waspada. Walaupun berdasarkan penelitian Omicron tingkat fatalitynya tidak seperti delta, tapi penyebarannya cepat. Hari ini di Jakarta sudah 800 (kasus),” ujarnya.

Dia menekankan, apel sinergitas ini memastikan sistem berjalan bukan hanya formalitas. Pasalnya, Kota Bogor sudah memiliki sistem yang sangat rapi turun dari tingkat kota sampai ke bawah. Pihaknya ingin sistem ini dijaga. Di sisi lain data di Kota Bogor angka Covid-19 masih landai, namun kemarin sudah ada dua kasus Covid-19 yang biasanya nol kasus.

“Kita amati, kalau merambah naik kita harus siaga. Disitu RW siaga, pengurai massa, pengurai kerumunan kita aktivasi,” tegasnya.

Ia memberikan contoh, sebut saja harus siap siaga dan waspada, memastikan tidak ada kerumunan internal, memakai masker, mekanisme koordinasi rapi, serta meminta camat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan puskesmas jika ada gejala peningkatan, apalagi kalau ada klaster harus bergerak sangat cepat.

“Di Bogor yang harus diwaspadai menjelang peringatan CGM Februari nanti. Kita koordinasikan supaya tidak menimbulkan kasus lonjakan. Sekarang masih landai, kalau sudah ada kenaikan berarti positif lonjakannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kota Bogor sudah mempersiapkan pusat isolasi sejak ada indikasi lonjakan Omicron Rumah Sakit pun sudah bersiap mengkonversi bed-nya untuk Covid-19, pusat isolasi di Ciawi pun sudah disiapkan, termasuk Rumah Sakit Lapangan.

“Saya menghimbau kalau tidak penting tidak keluar kota, kecuali kalau penting untuk berobat atau hal urgent silahkan bisa meminta izin ke atasan. Dan PTM masih tergantung screening di sekolah, kalau ditemukan kasus kita tutup tapi sejauh ini tidak ada,” katanya.

rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

YKI Kota Bogor Kunjungi Pasien Kanker, Asmah Menangis Tanpa Suara

4 February 2026 - 08:37 WIB

Dedie Rachim Tinjau Lokasi Longsor di Bondongan

31 January 2026 - 10:20 WIB

Sekda Harap BPBD Kota Bogor Tingkatkan SDM dan Pelayanan

30 January 2026 - 18:30 WIB

Denny Mulyadi Tekankan Nilai Adab dan Kejujuran dalam AISC BPIBS 2026

28 January 2026 - 10:06 WIB

Kota Bogor Raih UHC Award Tahun 2026

28 January 2026 - 09:54 WIB

Trending on Bogoh Ka Bogor