Menu

Dark Mode
Perkuat Kolaborasi, TP PKK Kota Makassar Lakukan Studi Tiru ke Kota Bogor Zuckerberg Menyerah Setelah Kacamatanya Dihujat Habis-Habisan Sam Altman Desak Dewan Keamanan PBB Adopsi Standar AI Internasional Inggris Sebut Krisis Iklim Ancam Pertahanan Banyak Negara Mantan Bos Keamanan Google: AI Lebih Membahayakan untuk Anak daripada Medsos Agen AI OpenAI Retas Situs Kesehatan Pemerintah Australia: PM Albanese Geram

Kabar Politik

HUT PGRI, PTM Pelajar Harus Ketat

badge-check


					HUT PGRI, PTM Pelajar Harus Ketat Perbesar

Memperingati hari jadi ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menghadiri acara Diskusi Panel, yang digelar di Executive Lounge RSJMM Heritage Golf Field, Kamis (21/10/21.

Acara yang digelar oleh PGRI Kota Bogor ini dibuka oleh Walikota Bima Arya dan mengusung tema ‘Pentingnya Pendampingan Psikologis dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Era Normal Baru’.

Sebagai narasumber dalam diskusi, Atang mengungkapkan bahwa PTM Terbatas merupakan salah satu hal yang sangat dinantikan oleh siswa-siswi.

Karena hampir dua tahun, anak-anak kehilangan momen bercengkerama dengan teman-teman sekolah dan gurunya. Selama itu pula mereka lebih banyak berinteraksi dengan gadget.

Sehingga penting untuk menjaga psikologis anak agar bisa menjalani PTM Terbatas secara maksimal.

“Kan sudah hampir dua tahun tidak masuk ke sekolah, kemudian mereka merasakan kehilangan ketika tidak bertemu gurunya, teman-temannya. Maka ketika masa itu tiba (PTM Terbatas, red) tentu pelaksanaannya harus maksimal dan matang agar anak-anak terimpresi dengan baik,” ujar Atang.

Sebagai orang tua yang memiliki empat orang anak, Atang mengaku merasakan momen dimana anak-anaknya merasa sangat antusias menyambut PTM Terbatas.

Hanya saja, Atang menilai terdapat perbedaan respon psikologis diantara anaknya yang duduk di bangku SMA, SMP dan SD dalam menyambut PTM Terbatas.

“Sehingga memang perlu penanganan dan perlakuan yang berbeda terhadap anak-anak tergantung jenjang pendidikannya,. Pendampingan psikologis dan relasi sosial ini penting, apalagi pendidikan ke depan perlu memperkuat pembinaan jiwa kepribadian anak didik”, ungkap Atang.

Lebih lanjut, Atang menilai PTM Terbatas menjadi momentum untuk menggapai Indonesia Emas 2045. Meski pandemi Covid-19 menjadi akar masalah sektor pendidikan saat ini, namun ia yakin setiap masalah pasti ada solusinya.

“Maka, apabila kita ingin Indonesia emas 2045 benar-benar terjadi, maka PTM saat ini menjadi milestone pendidikan calon pemimpin masa depan. Ada hikmah dari pandemi. Semoga pendidikan ke depan jauh lebih baik dengan sinergi dan kolaborasi,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Atang dan narasumber lain mendapatkan pin perlindungan anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor.

Penulis Pratama/rls

Editor Aldho Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

​Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027

10 September 2026 - 19:47 WIB

DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus pada Masa Sidang Ketiga 2026

1 September 2026 - 09:20 WIB

Trending on Kabar Politik