Menu ✖

Dark Mode
Jelang Nataru 2026, Dirut KAI Bobby Nasution Sidak Infrastruktur Daop 6 Jogja Tren Agentic AI Mulai Geser Era Call Center Tradisional Demokrat Menang, Saham Para Raksasa Teknologi Hancur Sejarah Times New Roman, Tahun Berapa Diciptakan? Starlink Mau Bangun Jaringan 5G Sendiri, Siap Saingi Operator Seluler Indonesia Targetkan PLTN Pertama Dibangun 2032, BRIN Soroti Aspek Ini

Headline

Benahi Aset Daerah, BKAD Kota Bogor Gunakan Simasda

badge-check


					Benahi Aset Daerah, BKAD Kota Bogor Gunakan Simasda Perbesar

Hampir di semua Kota maupun Kabupaten di Indonesia, masalah aset daerah menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Di Kota Bogor, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor mengeluarkan program pendataan aset yang cukup inovatif dan canggih. Hal tersebut diungkapkan Kepala BKAD Kota Bogor Denny Mulyadi kepada wartawan, saat kunjungan ke ruang Pokja Wartawan DPRD Kota Bogor, Rabu (1/9/2021).

Menurut Denny, saat ini pihaknya tengah menggeber program digitalisasi aset daerah yang ditargetkan rampung pada 2022 mendatang.

“Saat ini program tersebut dalam tahap input data Barang Milik Daerah (BMD) dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Nama aplikasinya Simasda (sistem manajemen aset daerah), nantinya BMD menggunakan barcode yang bisa dicek secara online oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) bahkan masyarakat Kota Bogor,” kata Denny, sambil mencontohkan cara kerja aplikasi Simasda.

Denny menambahkan, penyelesaian masalah aset bukan untuk bidang aset saja tapi harus dibantu seluruh OPD yang selaku penggunaanya. Karena itu, instansinya menyediakan alat kerja untuk membantu menginventarisasi aset, sehingga bisa disajikan dan diinformasikan secara tepat serta cepat.

“Masalah aset bukan hanya masalah BKAD, tapi seluruh OPD di Pemkot Bogor. Mudah-mudahan tahun ini Simasda sudah 80 persen hingga 90 perse,” tambah Denny yang didampingi Sekretaris BKAD Evandy Dahni.

Kelebihan aplikasi ini, lanjut Denny, tidak ada lagi sekat waktu. Jika laporan harus menunggu tandatangan atau misalkan input ketik dari masing-masing pengurus barang.

“Jadi nanti dengan aplikasi ini pengurus barang bisa nginput ke aplikasi itu, sehingga data itu bisa tersampaikan langsung. Dan pimpinan OPD tinggal menandatangani secara digital,” tuturnya.

Penulis Pratama

Editor Aldho Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jelang Nataru 2026, Dirut KAI Bobby Nasution Sidak Infrastruktur Daop 6 Jogja

7 November 2026 - 07:01 WIB

Pemkot Bogor Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi Basah

6 November 2026 - 15:33 WIB

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Korupsi Rp 6,7 Miliar Demi Judol, Eks Pimpinan Bank di Sleman Resmi ditahan

5 November 2026 - 14:41 WIB

Trending on Headline