Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Lifestyle

Menilik Usaha Radio Kayu di Tengah Pandemi

badge-check


					Menilik Usaha Radio Kayu di Tengah Pandemi Perbesar

Kondisi pandemi covid seperti saat ini, masyarakat dituntut bangkit agar perekonomian keluarganya tetap bertahan. Begitupula dengan Helmi Suasana Permanahadi, Founder & CEO Faber Instrument Indonesia, pemilik usaha radio berbagan kayu.

Usaha memproduksi radio dengan  bahan kayu, seperti kayu jati, kayu pinus, sampai kayu exs palet asal Cikalong Cianjur, hingga Pasir Koja Bandung ini, dimulai tahun 2018.  Berawal dari kumpulan temen-temen kepemudaan di sekitar rumah, yang  mempunyai kecintaan  dibidang kayu, bidang ahli elektronik, bidang ahli kayu, dan design.

Dimulai dari apa yang disukai tentang pembentukan beberapa design, muncul ide gagasan Helmi Suasana Permanahadi membuat sebuah karya kayu dan perpaduan dengan elektronik.

“Saya ingin mengangkat lokasi seperti Gunung Padang yang sudah kental nuansa warisan tempo dulu. Zaman megalitikum yang dikenal dan menarik perhatian dunia internasional, tetapi justru kita temen-temen Cianjur kurang begitu peduli. Maka dengan menamakan salah satu model radio gunung Padang, mudah-mudahan menjadi salah satu duta untuk memperkenalkan daerah-daerah agar lebih go internasional nama gunung Padang tersebut,” ujar Helmi.

Lanjut Helmi, ada beberapa model radio dengan nama Gunung Gede-Pangrango, Cipanas, Gunung Padang dan lain sebagainya. Ada juga model yg terinspirasi dari program Cianjur gerbang Marhamah yaitu belajar Tahfiz 30 juz, kita dapat mendengarkan 30 juz dengan radio ini.

Lulusan Tehnik Mesin Universitas Jenderal Ahmad Yani Bandung ini, ingin mengenalkan potensi nuansa tempo dulu, dengan mempunyai nuansa ekslusif, dengan mengambil 12 model atau design dengan menggunakan nama-nama tempat atau daerah yang ada di kabupaten, khususnya nama-nama yang mempunyai potensi wisata di kabupaten Cianjur.

Helmi juga mengatakan, di masa pandemi pengembangan usaha Radio Kayu Vintage Return Retro nya justru mengalami peningkatan .

“Alhamdulillah masa pandemi penjualan naik 60 – 70%, dan banyak konsumen di rumah yang pesan, kalangan muda dewasa dan anak-anak. Untuk penjualan di Indonesia melalui online, adapun konsumen luar negeri yaitu Taiwan, Amerika, Singapore dan Malaysia. Harga mulai dari Rp. 850.000 sampai dengan Rp. 2.5 jt,” ungkap Helmi.

Dia berharap, UMKM-UMKM seperti ini bisa lebih dibina lagi oleh Pemerintah Daerah, diperhatikan, diberikan tempat atau lokasi untuk memasarkan produk-produknya.

“Mudah-mudahan dengan apa yang saya lakukan ini bisa menjadi salah satu rule model, bahwasannya kita dalam berkreasi dalam bidang apapun akan menjadi sesuatu jika kita memang betul-betul mempunyai ide gagasan yang dipadukan dengan kepedulian akan lingkungan sekitar,” tutup Helmi.

Jika berminat untuk memiliki radio kayu bisa mengunjungi akun resmi Instagramnya di @faberinstrumentindonesia, atau datang langsung ke galeri dan workshop mereka di Jalan Wijaya Kusuma No.137, Cipendawa, Pacet, Kabupaten Cianjur.

penulis A Fauzi

Editor Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop

21 September 2026 - 20:44 WIB

SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September

21 September 2026 - 20:38 WIB

Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

21 September 2026 - 20:34 WIB

Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana

21 September 2026 - 20:30 WIB

Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas

21 September 2026 - 20:26 WIB

Trending on Kabar Lifestyle