Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Tekan Covid, Presiden Minta Vaksinasi Dipercepat

badge-check


					Foto-Lukas--Biro-Pers-Sekretariat-Presiden Perbesar

Foto-Lukas--Biro-Pers-Sekretariat-Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengintruksikan jajarannya agar terus melaksanakan percepatan pelaksanaan vaksinasi terutama di daerah dengan tingkat interaksi dan mobilitas masyarakat yang tinggi, salahsatunya di Kota Bogor. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bogor, Kamis (17/6/2021).

“Kita ingin ada percepatan-percepatan di tempat-tempat yang interaksinya tinggi, yang mobilitasnya tinggi, baik itu stasiun kereta, terminal bus, airport, dan juga pelabuhan, karena di situlah kalau tidak kita segerakan akan terjadi penyebaran,” kata Presiden.

Jokowi menambahkan, pelaksanaan vaksinasi di Stasiun Bogor dilakukan karena tingginya interaksi dan mobilitas di tempat tersebut.

“Kita tahu Bogor adalah wilayah aglomerasi, penyangga Ibu Kota Jakarta, sehingga interaksi, mobilitas semuanya tinggi. Oleh sebab itu, kita ingin memberikan prioritas baik bagi penumpang KRL, kemudian penumpang kereta api, juga para pekerja yang ada di stasiun untuk melindungi mereka dari Covid-19,” kata Presiden.

Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pemberian vaksinasi bagi pengguna jasa Commuter Line ini menyasar 1.500 orang dalam waktu dua hari.

“Pak Presiden menekankan tadi kepada Pak Menkes agar diprioritaskan dua hal, yang pertama adalah pengguna layanan transportasi, baik kereta, bus, dan lain sebagainya. Ini yang sangat rawan, sangat riskan untuk terpapar pengguna transportasi lintas wilayah,” ujar Bima Arya.

Kedua, kata Bima, Presiden meminta Menteri secara khusus memperhatikan wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta. “Karena Jakarta sedang tinggi (kasus Covid-19), terintegrasi dengan wilayah sekitarnya termasuk Bogor. Lalu Presiden menanyakan kepada saya angka capaian vaksin di Kota Bogor. Saya katakan dari target sekitar 700 ribu (762.495) secara keseluruhan, saat ini sudah sekitar 126 ribu (126.132) yang sudah diberikan vaksin atau sekitar 16,54 persen dari target. Ini di atas rata-rata nasional yang 11 persen,” jelasnya.

Presiden juga meminta Menkes lanjut Bima, untuk menambah terus vaksin di wilayah seputar Jakarta, termasuk Kota Bogor. “Saya melaporkan bahwa Kota Bogor saat ini masih ada stok vaksin untuk 8.000 orang, tetapi kita ingin terus ditambah. Presiden menyetujui, bahkan meminta agar Pak Menkes berkoordinasi dengan saya supaya pemberian vaksin di Bogor tidak berhenti. Lalu menanyakan kapasitas (vaksinasinya) berapa di Bogor, saya sampaikan antara 5.000 atau maksimal 10.000 per hari. Sehingga di Agustus nanti Presiden targetkan sudah maksimal mencapai target yang ditetapkan,” beber Bima.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Penulis Pratama

Editor Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Trending on Headline