Menu

Dark Mode
Startup Ini Bikin Tempat Tinggal di Bawah Laut Ala Bikini Bottom Krisis Iklim Bisa Bikin Manusia Makin Kesepian Apple Uji Chip Memori China Buat Respons Krisis Pasokan Datangi Mapolresta, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik Launching Layanan Fertilitas Embria, Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut

Headline

Muhammadiyah Nilai Medsos Bikin Tidak Produktif

badge-check


					Muhammadiyah Nilai Medsos Bikin Tidak Produktif Perbesar

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menilai bahwa keberadaan media sosial membuat kita tidak produktif.

Oleh karena itu dia berpesan agar warga Persyarikatan menghindari terjebak dalam perdebatan tiada habis di media sosial dan lebih mengutamakan produktivitas positif sebagai karakter utama Persyarikatan.

“Media sosial kita sekarang ini membuat kita tidak produktif. Mereka yang di dunia akademik, yang di Muhammadiyah terbiasa membaca itu habis waktu untuk membaca produk-produk whatsapp dan macam-macam itu yang seringkali selain hoaks itu adalah sampah menurut saya,” katanya.

Menurutnya, terjebak dalam perdebatan semu yang tiada akhir hanya akan membawa umat pada kondisi kontra produktif dan terus tertinggal.
“Padahal ilmu saja itu bisa menghasilkan sesuatu, knowledge is power, ilmu itu menghasilkan kekuasaan. Kekuasaan uang, kekuasaan penghasilan dan lain sebagainya. Tapi bagaimana kita bisa menghasilkan ilmu wong pengetahuan kita itu hasil dari serpihan-serpihan yang sampah yang ada di media sosial. Kita capek kirim ini kirim itu tapi tidak menghasilkan,” tuturnya.

“Poin saya adalah ekosistem kita harus kita ciptakan produktif, jadi concern saya ke situ sering menyuarakan karena ingin Muhammadiyah makin maju, dan maju ini harus ada hasilnya,” terang Haedar dalam forum Public Expose Lazismu Pusat terkait Hasil Survei Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah, Sabtu (27/2/2021).

Kemajuan umat, kata Haedar, hanya akan terbukti jika umat Islam memiliki program-program unggul dengan adanya pendirian pusat-pusat kemajuan (center of excellence) yang tidak bisa diraih hanya melalui berdebat tanpa ujung di media sosial.

“Bahwa perlu amar makruf nahi munkar itu saya pikir sudah DNA kita, tapi soal cara harus perlu ada reorientasi. Jadi orang ketika kita sampaikan kritik dengan argumen yang kuat lalu dengan narasi-narasi konstruktif yang saya pikir juga akan sampai juga,” ungkapnya.

Sumber: muhammadiyah.or.id
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline