Menu

Dark Mode
Wabah Purba Habisi Pemburu-Pengumpul Siberia 5.500 Tahun Lalu AI Mulai Gantikan Kolom Pencarian Saat Belanja Online Peringkat Kecepatan Internet Indonesia di Dunia Terbaru Anjlok Meteorit dari Mars Dibelah, Ada Temuan Mengejutkan Sepekan IPO, Harga Saham SpaceX Kini Terus Merosot Tim Sepakbola Kota Bogor Tampil Gemilang di Popwilda 2026

Headline

Apa Nama Varian Baru Virus Corona? Efektifkah Vaksinasi?

badge-check


					Apa Nama Varian Baru Virus Corona? Efektifkah Vaksinasi? Perbesar

Varian baru virus corona di Inggris terus bermunculan dan menimbulkan kekhawatiran baru di dunia.
Terlebih lagi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, strain baru virus corona itu 70 persen lebih menular dibandingkan virus aslinya.
India menjadi negara teranyar yang melaporkan adanya kasus baru varian virus corona tersebut.
Menurut pemberitaan, varian baru virus corona di Inggris tersebut (B117) telah menyebar setidaknya di 19 negara.
Mulai dari negara-negara di Eropa seperti Belanda, Italia, Jerman, dan Perancis, negara-negara di Asia mulai dari Malaysia, Filipina, dan Singapura hingga ke Afrika Selatan.
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Prof dr Zubairi Djoerban mengungkapkan bahwa penamaan B1.1.7 atau VUI 202012/01 adalah nama varian virus corona yang merebak di Inggris.
“VUI singkatan dari Variant Under Investigation (VUI) tahun 2020, bulan 12, varian 01,” ujar Zubairi saat dihubungi wartawan belum lama ini.

Varian baru virus corona

Diketahui, virus ini bermutasi pada virus delesi 69-70, delesi 145, N501Y, A570D, D614G, P681H, T716I, S982A, dan D118H.
Namun, Zubairi mengatakan bahwa varian baru ini tetap akan terdeteksi menggunakan uji PCR.
“Tetap mampu mendeteksi (dengan PCR). Tes PCR ini bisa mendeteksi tiga spike (seperti paku-paku yang menancap pada permukaan virus corona) berbeda,” katanya.
Tidak hanya Inggris, varian baru virus corona lainnya sudah ditemukan di negara lain, seperti Belanda, Afrika Selatan, Australia, Denmark, Italia, Islandia, dan Singapura.
Menurut Zubairi, berdasarkan British Medical Journal, 23 Desember 2020, varian baru ditentukan oleh 14 mutasi yang mengakibatkan perubahan asam amino dan tiga penghapusan, beberapa di antaranya diyakini memengaruhi penularan virus pada manusia.

Apakah vaksin efektif terhadap varian baru?

Zubairi mengatakan bahwa tindakan vaksinasi dinilai hampir pasti tetap efektif.
Di sisi lain, para ilmuwan sedang bekerja untuk mempelajari lebih lanjut tentang varian ini untuk lebih memahami betapa mudahnya ia dapat ditularkan dan apakah vaksin resmi saat ini akan melindungi orang terhadap varian baru tersebut.
Saat ini, tidak ada bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah atau peningkatan risiko kematian.
Diketahui, informasi mengenai karakteristik virologi, epidemiologi, dan klinis dari varian tersebut muncul dengan cepat.

Bagaimana dengan mutasi lain pada varian SARS-CoV-2?

Menurut CDC, SARS-CoV-2 bermutasi secara teratur, menghasilkan sekitar satu mutasi baru dalam genomnya setiap dua minggu.
Banyak mutasi yang diam (tidak menyebabkan perubahan dalam struktur protein yang dikodekannya) karena mereka menghasilkan kodon tiga huruf yang diterjemahkan menjadi asam amino yang sama atau disebut sebagai “Sinonim”.
Mutasi lain dapat mengubah kodon dengan cara yang mengarah pada perubahan asam amino atau disebut sebagai “tidak sinonim/tidak sama”, tetapi substitusi asam amino ini tidak memengaruhi fungsi protein.

Sumber: Kompas.com
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PKK Kelurahan Cipete Utara Dukung Gerakan RT/RW Sadar BPJS Ketenagakerjaan

11 June 2026 - 15:30 WIB

Sinergi Tanpa Batas: BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, dan Polri Perkuat Kolaborasi Demi Layanan Prima Korban Kecelakaan Kerja

10 June 2026 - 14:41 WIB

Resmi Pertamax Naik Jadi Rp 16.250

10 June 2026 - 07:19 WIB

Wamenaker: Kerja di Hari Libur Nasional Wajib Bayar Lembur

26 May 2026 - 21:12 WIB

Tersangka Buang Tubuh Wanita dari atas Tol Kayumanis, Karena Sakit Hati

25 May 2026 - 18:50 WIB

Trending on Headline