Menu ✖

Dark Mode
Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat Trump Ketemu Bos-Bos Teknologi Bahas Krisis Dunia, Begini Hasilnya

Headline

150 Orang Diperkirakan Tewas, Akibat Badai Tropis Eta

badge-check


					150 Orang Diperkirakan Tewas, Akibat Badai Tropis Eta Perbesar

Hujan deras yang disebabkan badai tropis Eta yang melanda Guatemala menelan korban jiwa sekitar 150 orang. Hal itu diungkapkan Presiden Guatemala,Giammattei, Jumat (6/11/2020).

Dalam sebuah konferensi pers, Giammattei menyampaikan regu penyelamat telah tiba di Desa Queja di Wilayah Alta Verapaz pada Jumat.
Di wilayah tersebut Angkatan Bersenjata Guatemala melaporkan sekitar 150 rumah terkubur tanah longsor.

“Di antara korban tewas dan hilang, angka tidak resmi menunjukkan bahwa 150 orang meninggal dunia. Angka tersebut belum resmi karena kami masih belum sepenuhnya mengonfirmasi,” tutur Giammattei.


Baca juga:Dipilih 74 Juta Rakyat, Joe Biden Jadi Presiden Amerika Serikat


Dilansir Kompas.com, Presiden Guatemala itu menambahkan bahwa lebih dari 75.000 orang terdampak langsung oleh bencana tanah longsor dan banjir sebagaimana dilansir dari Xinhua.

Dia menuturkan beberapa kelompok warga di kawasan yang terdampak menolak untuk mengungsi dari rumah mereka meskipun mengalami banjir parah.

Koordinator Nasional untuk Penanganan Bencana Guatemala menyampaikan bahwa hanya ada delapan kematian yang telah terkonfirmasi secara resmi sejauh ini.

Sebelumnya diberitakan, badai tropis hebat Atsani pada Jumat (6/11/2020) pagi waktu setempat melintasi Batanes, sebuah provinsi kepulauan paling utara Filipina, demikian disampaikan biro cuaca negara itu.

Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) mengatakan bahwa Badai Atsani melintasi Pulau Misanga di Kota Itbayat, Provinsi Batanes, pada pukul 07.50 waktu setempat.

Kecepatan anginnya diperkirakan mencapai 95 kilometer per jam dan tiupan angin kencang hingga 115 kilometer per jam sebagaimana dilansir dari Xinhua.

Atsani, siklon tropis ke-19 yang menyapu Filipina tahun ini, akan terus berembus ke arah barat menuju barat laut melewati perairan di pesisir selatan Provinsi Taiwan, China, dalam waktu 12 jam, ungkap biro itu dalam buletin terbarunya.

Kepada stasiun radio setempat DZRH, Gubernur Batanes Marilou Cayco dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa provinsi itu dilanda angin kencang dan hujan lebat.

Sejauh ini, Marilou menambahkan tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan.

Sumber: Kompas.com
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trans Home Sleman Terbakar, Dua Orang Meninggal

1 October 2026 - 19:10 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

Trending on Headline