Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Geger Pantai Malaysia Dipenuhi Ribuan Bangkai Ikan Mengambang

badge-check


					Geger Pantai Malaysia Dipenuhi Ribuan Bangkai Ikan Mengambang Perbesar

Warga pesisir pantai Malaysia di KUala Kuara, Kuara Gula, dan Tanjung Piandang geger dengan penemuan ratusan ikan mati yang mengapung di perairan. Beberapa ikan bahkan mengapung sudah dalam bentuk bangkai.

Foto dan video bangkai-bangkai ikan yang tersapu sepanjang pantai sempat menjadi viral di sosial media sejak Rabu, 3 Juni 2020 lalu. Salah satunya penemuan bangkai ikan di Teluk Kumbar dan beberapa pesisir di daerah itu.

Dalam foto dan video yang beredar, beberapa bangkai ikan bahkan ditaksir berbobot lebih dari satu kilogram (Kg).

Kemunculan ratusan bangkai tersebut membuat warga banyak yang berspekulasi telah terjadi tsunami. Sementara yang lain menganggap ikan-ikan itu mati karena pencemaran polusi.

Penemuan bangkai ikan itu membuat otoritas Kementerian Perikanan di Penang menerjunkan tim ke lapangan untuk menyelidiki penyebab munculnya bangkai-bangkai tersebut.

Mengutip laman thestar, hasil investigasi tim di lapangan menemukan ikan-ikan yang mati kebanyakan berjenis kakap merah dan ikan dari kolam buatan setempat.

Diduga penyebab kematian ikan-ikan itu adalah hanggang yang tiba-tiba hidup di dalam air. Fenomena ini adalah gejala alami yang terjadi hampir setiap tahun.

Direktur Kementerian Perikanan di Penang Noraisyah Abu Bakar mengatakan pihaknya telah menerima laporan penemukan bangkai itu dari tiga daerah di Kualau Kurau, Kuala Gula, dan Tanjung Piandang.

” Menurut Lembaga Penelitian Perikanan (FRI), tingginya kehadiran ganggang Cochlodinum di air yang terjadi setiap tahun di seluruh dunia adalah penyebabnya karena mereka beracun bagi berbagai ikan dan kerang. Namun, itu tidak mempengaruhi manusia,” kata Noraisyah.

Dia menambahkan bahwa ikan yang ditemukan mengambang di air dan membusuk di sepanjang pantai mati karena ganggang.

” Ganggang mengurangi oksigen dalam air, menyebabkan ikan muncul ke permukaan dan akhirnya mati,” katanya.

Untuk meyakinkan masyarakat, Noraisyah menambahkan bahwa ikan-ikan yang hidup di perairan lepas sama sekali tidak terpengaruh karena mereka dapat melarikan diri.

” Ikan liar tidak mati dalam jumlah besar dan nelayan masih melaporkan hasil tangkapan yang bagus di laut,” katanya.

Sumber: www.thestar.com.my

Foto: Facebook Penang Tolak Tambak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline