Menu

Dark Mode
Startup Ini Bikin Tempat Tinggal di Bawah Laut Ala Bikini Bottom Krisis Iklim Bisa Bikin Manusia Makin Kesepian Apple Uji Chip Memori China Buat Respons Krisis Pasokan Datangi Mapolresta, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik Launching Layanan Fertilitas Embria, Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut

Headline

Takut Covid-19, Dua Desa di Malang Bangun Dinding Pemisah di Jalanan

badge-check


					Takut Covid-19, Dua Desa di Malang Bangun Dinding Pemisah di Jalanan Perbesar

Masyarakat di Indonesia akan melakukan apapun untuk mencegah wilayahnya menjadi tempat penularan virus corona. Umumnya mereka akan menutup akses dengan memasang portal di kompleknya. Namun warga di Malang, Jawa Timur melakukan upaya pencegahan yang lebih ekstrem.

Viral di media sosial foto warga tengah menutup jalan dengan membangun dinding beton. Bukan akses masuk komplek, beton itu dipasang di tengah jalan yang menghubungkan dua desa.

Foto yang viral tersebut menggambarkan situasi di dua desa di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Warga di masing-masing desa memasang portal sebagai pencegahan persebaran Covid-19 di wilayahnya.

Dokumentasi foto saat warga membangun beton itu pertama kali diunggah melalui platfom Facebook. Portal dua desa tersebut saling berhadapan, seakan mereka tengah bersitegang.

Desa yang satu menutup dengan bambu dan yang satunya lagi memasang batako atau seperti membuat benteng.

Penutupan jalan ini dilakukan oleh warga Desa Sambigede dan Desa Senggreng. Kedua desa ini bertetangga, sehingga warganya harus menggunakan akses jalan lain apabila ingin melewati desa tetangga.

“Ada kesalahpahaman, sudah dikoordinasikan untuk dibongkar,” ungkap Camat Sumberpucung, Moh Sholeh, dikutip dari Madiunpos.

Sholeh menjelaskan tindakan yang dilakukan para warga tersebut tanpa seizin dan sepengetahuan kepala desa. Sehingga pihak kecamatan memutuskan untuk melakukan pembongkaran paksa.

” Tanpa persetujuan kepala desa, itu tidak benar. Kok saling menutup jalan, kasihan warga lain tidak bisa lewat nanti,” tegas Sholeh dengan nada kesal.

Sejak pandemi Covid-19, terjadi kesalahpahaman terkait physical distancing. Warga desa banyak yang mengartikan kebijakan tersebut sebagai physical distancing village di mana dilakukan penyekatan akses keluar masuk desa dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran virus corona covid-19.

” Hal itulah yang juga dilakukan oleh Desa Sambigede dan Senggreng itu. Tapi kenapa kok portal saling berhadapan, itu tidak benar. Sudah diperintahkan untuk dibongkar,” terang Sholeh.

Sholeh berharap, masyarakat tetap menjaga kesehatan agar terhindar dari Covid-19 tanpa memunculkan polemik antar desa. ” Ayo bersama melawan corona, saling gotong royong menjaga wilayah masing-masing,” pungkasnya.

Sumber : dream.co.id

Foto : Facebook/ KUMI Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline