Menu ✖

Dark Mode
Bupati Keluarkan SE, ASN Gunungkidul Kini Wajib Belanja di Pasar Tradisional Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat

Headline

Tunggu Bantuan Makanan Gratis, Si Kakek Malah Kena Denda

badge-check


					Tunggu Bantuan Makanan Gratis, Si Kakek Malah Kena Denda Perbesar

Aturan mirip Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Malaysia berlaku tanpa pandang bulu. Setiap orang yang kedapatan berada di luar rumah selama masa lockdown akan dikenai denda.

Aturan tersebut diterapkan untuk mencegah perluasan penyebaran virus corona. Sayangnya, aturan itu justru membuat kaum dhuafa semakin kesulitan.

Seperti dialami kakek 80 tahun di Negeri Sembilan, Malaysia. Berharap mendapat bantuan makanan gratis, kakek ini malah didenda 1.000 ringgit, setara Rp3,5 juta.

Ceritanya, kakek diketahui bernama Li ini sedang menantikan bantuan makanan gratis dari sebuah restoran di Ayer Kuning, Tampin. Tetapi, dia menunggu makanan itu di depan rumahnya.

Petugas segera mendatangi kakek itu dan menjatuhkan denda lantaran dianggap melanggar aturan lockdown. Para tetangga berusaha membela dengan mengatakan kakek tersebut hanya sedang menunggu bantuan makan siang.

Menurut penjelasan relawan CFO Buddha Ayer Kuning, Li sangat miskin dan hidup sendirian. Dia membangun sendiri rumahnya di sekitar desa dan harus melakukan pekerjaan sederhana seperti memungut barang demi bisa makan.

Tetapi kebijakan pembatasan semakin ketat selama penegakan lockdown. Sementara, restoran terdekat menawarkan makanan gratis dua kali sehari untuk Li dan penduduk desa.

Tetapi, ketika Li sedang menunggu makan siangnya, petugas berasumsi dia berkeliaran di luar rumah.

Beberapa hari kemudian terungkap Li juga menderita narkolepsi parah, gangguan tidur, dan selalu mengantuk dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, ketika polisi mencoba membujuk Li untuk pergi, dia secara tidak sengaja tertidur di atas meja di sebelah restoran.

Sayangnya, Li bukan satu-satunya yang didenda. Ada seorang wanita berusia 67 tahun bernama Fang juga kena denda lantaran petugas menangkapnya di luar restoran.

Meskipun demikian, masyarakat desa percaya kedua orang tersebut tidak sengaja melanggar lockdown dan hanya menunggu datangnya bantuan makanan. Mereka sepakat menggalang dana untuk membantu dua lansia itu membayar denda.

” Saat ini, 1.000 ringgit (setara Rp3,5 juta) telah dibagi kepada dua orang tersebut, masing-masing memiliki 500 ringgit (setara Rp1,7 juta). Saya berharap dapat mengumpulkan 1.000 ringgit lagi. Lagipula, mereka sudah tua. Jika mereka dituduh di pengadilan, mereka mungkin harus masuk penjara,” jelas CFO.

Menurut informasi warga setempat, keduanya tinggal di dua rumah kumuh tanpa perabotan. Mereka hanya ingin mengambil makananan gratis karena perlu mengisi perut mereka.

Sumber: World of Buzz

Foto : World Of Buzz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trans Home Sleman Terbakar, Dua Orang Meninggal

1 October 2026 - 19:10 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

Trending on Headline