Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Viral! Demi Mengajar, Guru Gendong Bayi Lewat Jalan Lumpur

badge-check


					Viral! Demi Mengajar, Guru Gendong Bayi Lewat Jalan Lumpur Perbesar

Beberapa hari yang lalu, beredar foto viral di media sosial tentang seorang guru yang menggendong anaknya untuk berangkat ke sekolah. Sang guru terpaksa melewati jalan berlumpur untuk menempuh perjalanan ke sekolah tempatnya mengajar.

“ Perjuangan seorang guru di salah satu pelosok Provinsi Aceh untuk memberikan ilmu kepada anak-anak yang semangat mencari ilmu. Semangat ibu guru, semoga jasamu berbuah ibadah yang berguna demi anak-anak yang semangat mencari ilmu demi masa depan,” tulis akun Facebook Atjeh Timeline, dikutip Dream, Sabtu 15 Februari 2020.

Foto-foto yang diunggah ini juga memperlihatkan sang guru yang mengajar sambil menggendong anaknya.

Dikutip dari Aceh Trend, guru ini bernama Husnul Khatimah. Husnul adalah seorang guru di SMP Negeri 4 Pante Bidari, Aceh Timur. Jalan menuju sekolah yang beralamat di Gampong Sijudo, Pante Bidari, Aceh Timur, sudah sejak lama susah dilalui.

Kalau hujan, jalan tanah menuju ke sana akan berlumpur. Hanya mobil jenis double cabin yang bisa menembus lumpur tebal tersebut.

“ Guru yang fotonya tayang di Facebook itu bernama Husnul Khatimah. Yang memotret adalah suaminya,” kata Kepala SMPN 4 Pante Bidari, Ishlahudin, kepada Aceh Trend.

Islahuddin mengatakan, dari jalan Banda Aceh-Medan, jarak jarak tempuh menuju sekolah sekitar tiga jam bila ditempuh dengan sepeda motor. Lamanya waktu tempuh karena kondisi jalan yang sangat rusak. Motor tidak bisa digeber kencang.

Atas kondisi yang demikian buruk, Islahuddin tidak ingin itu menjadi kendala. Proses belajar mengajar untuk anak negeri tetap harus berjalan normal.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, di sekolah itu sebuah rumah dinas disulap menjadi penginapan. Jika musim hujan, guru-guru yang mendarmabaktikan dirinya di sana, akan menginap di rumah tersebut.

“ Terpaksa rumah dinas itu kami olah menjadi penginapan. Guru laki-laki dan guru perempuan dipisah. Pilihan tersebut untuk mengantisipasi agar proses PBM tetap berlangsung normal. Kasihan anak-anak jika gurunya terlambat datang karena persoalan buruknya jalan menuju ke sekolah,” ujar dia.

Islahuddin menyebutkan, untuk perbaikan jalan, pihak dinas sudah turun meninjau ke lokasi. “ Pelan-pelan ada kemajuan untuk ke pedalaman ini. Pak Bupati (Hasballah Thaib) juga sudah meninjau lokasi ini,” kata Ishaluddin. (mut)

Sumber : Aceh Trend

Foto: Akun Facebook Atjeh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline