Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Headline

Awal Muncul Virus Corona, di Kota Ini Daging Hewan Apapun Dimakan  

badge-check


					Awal Muncul Virus Corona, di Kota Ini Daging Hewan Apapun Dimakan    Perbesar

Virus corona yang terdeteksi awal di Wuhan, China, telah menyebar ke Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat. Dilaporkan sebanyak 17 orang meninggal dunia akibat virus yang membuat negara di dunia waspada tersebut.

Meski masih dalam tahap penyelidikan para ahli, banyak pihak menduga virus corona yang mewabah di Tiongkok bersumber dari satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal di sebuah pasar ikan di pusat kota Wuhan.

Pasar ini akhirnya ditutup pada 1 Januari 2020 lalu setelah 41 orang terinfeksi virus corona.

Lantas apa sebenarnya yang ada di pasar tersebut?

Melansir The Vocket, sebuah daftar harga terkait bisnis penjualan daging hewan beredar di internet.

Di dalam daftar itu tercantum harga hewan yang diperdagangkan mulai dari buaya, anak serigala, salamander raksasa, ular, tikus, buruk merak, landak, daging unta dan lainnya.

Lebih mengagetkannya lagi, pasar ikan ini pun diduga turut menjual daging Koala mentah segar untuk dimakan oleh penduduk lokal.

Penjualan diduga daging koala ini pertama beredar dari postingan pengguna weibo dengan akun Muyi Xiao.

Dalam postingannya, ia menjelaskan bahwa daging koala atau di China dikenal sebagai beruang pohon dapat dibeli dengan harga 70 RMB atau setara denga Rp 140 ribu per kilo.

” Coba kamu lihat pada menu daging haiwan yang ada di sana. Mereka ikut makan koala. Tiada hewan yang tidak dimakan di China, ” tulisnya.

” Mereka disembelih segar, dibekukan dan dihantar ke rumah kamu,” tambahnya.

Hal ini dianggap bakal membuat pemerintah China malu jika ada kelalaian pengawasan perdagangan satwa liar yang ditemukan dalam wabah virus saat ini.

Sumber : The Vocket

Foto: The Vocket

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

22 Ribu BPJS PBI Warga Sleman Mendadak Nonaktif, Pasien Gagal Ginjal Terancam Tak Bisa Berobat

3 November 2026 - 17:43 WIB

DPRD DIY Sayangkan 0 Persen Anggaran untuk Warga Pinggiran Code-Winongo

3 November 2026 - 14:35 WIB

Lahan Pertanian Susut 200 Hektare Pertahun, DPRD DIY Desak Audit Pemilik Bangunan Pelanggar

2 November 2026 - 16:57 WIB

Trending on Headline