Dialog live dinamika bogor yang diselenggarakan oleh radi RRI Pro I 102 FM antara Direktur Umum Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Jenal Abidin dan Komisi II Anggota DPRD Kota Bogor, Rizal Utami melalui telepon mengenai revitalisasi dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dilaksanakan pagi tadi (Senin, 16 Desember 2019).
Bicara tentang PKL tentunya sangat lekat dengan pedagang yang berjualan di sepanjang jalan di area pasar, tidak tertata rapi, kumuh, dan juga menyebabkan kemacetan. Hal inilah yang menjadi pusat perhatian Pemerintah Kota Bogor terutama Perumda Pasar Pakuan Jaya untuk melakukan pembenahan dan penataan PKL agar bisa masuk ke dalam pasar atau tempat yang sudah semestinya.

Jenal Abidin Direktur Umum Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) menyatakan perencanaan yang kami buat hasil revitalisasi (sukasari,padasuka,tanahbaru) nanti kedepan adalah bentuk sinkronisasi dari pemkot artinya menyesuaikan dengan program Pemkot yang berkelanjutan. Seperti peralihan pusat pasar dari Plaza Bogor ke Pasar Sukasari dengan proses pengurusan asset melalui DPRD Kota Bogor.
Perumda unit bisnis diharapkan menjadi tombak perekonomian baru yang menunjang segala kebutuhan pasar serta membangun system yang baik dalam mengelola pasar. Keterlibatan unit bisnis akan dijalankan ketika membangun pasar sukasari, pasar padasuka dan pasar Tanah baru. Seperti misalkan untuk saat ini pendaftar calon pedagang di pasar Tanah baru sudah ada 135 orang yang akan di bangun Tahun 2020 dengan memakai anggaran PMP dan pasar Sukasari dilakukan dengan metode Beauty Contest dan akan kami kejar pembangunannya tahun 2021 dari sinilah peran unit bisnis baru dominan dalam mengelola pasar.
Pasar gunung Batu, Pasar Devris, dan Pasar Merdeka salah satu target pencapaian pasar kami untuk menjadi sasaran pasar terbaik, baik dari segi pelayanan, maupun dari segi fasilitas. Seperti saat ini yang sudah di jalankan oleh pasar gunung batu, seluruh bagian masuk ke area pasar untuk menjalankan perannya masing masing dalam menjalankan aturan yang ada di SNI. Contoh kecilnya Kami sudah siapkan ruang baca yang sangat nyaman untuk para ibu-ibu yang membawa anaknya dan kami juga siapkan guidenya walaupun tidak stanby.
Demikian untuk pasar besar seperti Pasar Baru Bogor, Plaza Bogor, dan Kebon Kembang, sudah sangat menjadi prioritas program Pemkot yang dimana menjadi solusi relokasi PKL yang masih berjualan di jalan atau tidak peruntukkanya masuk ke wilayah kami. Dari ketiga pasar tersebut sudah kami sediakan sejak awal Maret untuk memenuhi seluruh kebutuhan Program Pemkot sehingga menjadi alas an dasar untuk merelokasi PKL.
Sehingga pasar yang kami kelola kedepan akan semakin dinamis dengan segala potensi yang sudah kami rencanakan. Setiap unit pasar memiliki kombinasi tersendiri dalam mengelola komoditi tersendiri dan sangat memungkinkan menyesuaikan dengan segala kebutuhan masyarakat sekitarnya. Pasar Kota Bogor diharapkan tidak hanya sebagai pertumbuhan ekonomi saja, dan yang belanja juga tidak hanya kelas menengah ke atas, serta ibu ibu saja. Akan tetapi menjadi sebuah peradaban baru masyarakat Kota Bogor.
rls













