Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berupaya membongkar pembatas antara Blok A dan Blok B Pasar Kebon Kembang yang selama ini terkunci. Hal tersebut diungkapkan Walikota Bogor Dedie A Rachim pada saat melakukan peninjauan ke Pasar Kebon Kembang bersama Direksi Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Rabu siang, (6/11/2019).
Menurut Dedie, jika pembatas tersebut terbingkar maka pusat Grosir Sepatu di Blok B terkoneksi dengan Blok A. “Bila itu tak segera dibongkar, pengunjung malas melintas pembatas dan hal tersebut berakibat sepi pembeli. Tujuan dibuka sekat pembatas agar semua kios yang berada di Blok A dimanfaatkan sebagai tempat berdagang, selain itu membantu para pembeli untuk mudah berlalu lalang diantara dua blok. Selama ini jadi kendala, baik bagi pembeli maupun pedagang, selain kesannya tak tertata dan tidak menarik, serta terlihat seperti gudang yang tak terurus,” tutur Dedie.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Muzakkir mengakui saat ini ada sekitar 300 kios di blok A Pasar Kebon Kembang yang kosong dan tidak maksimal lantaran sepi. Membuka akses dua blok ini, diyakini bisa merangsang keramaian di blok A.
“Ini kita sedang negokan dengan pengelola supaya bisa dibuka. Selama ini, disiteplan nya PGS memang tidak ada akses, sementara punya Javana ada akses. Perbedaan konsep ini harusnya dilebur demi kepentingan pasar secara umum,” tandasnya.
Sambung Muzakkir, dengan terbukanya akses di tengah gedung, bakal membawa potensi keramaian yang diharapkan Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Topi yang akan segera direlokasi.
“Bisa dilihat tadi, sepi sekali di dalam, harus dihidupkan semua. Ini nego dari para PKL ya. Nah pimpinan kan sudah lihat tadi kondisinya seperti apa. Ia juga setuju ini akses harus dibuka. Secara surat menyurat, kami sudah meminta PGS untuk mau buka dulu akses, kami tunggu itu supaya meskipun beda pengelola tapi saling terkoneksi,” pungkas Muzakkir.
Upaya untuk membenahi dan dibukanya sekat pembatas antar kedua blok mendapat apresiasi para pedagang, karena mereka yakin dagangannya akan dikunjungi pembeli, karena akses masuk terbuka lebar. rls













