Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Headline

Begini Cerita Novel Baswedan Selama Bekerja di KPK

badge-check


					Begini Cerita Novel Baswedan Selama Bekerja di KPK Perbesar

Selama menjadi penyidik KPK  Novel Baswedan melewati berbagai rintangan dan resiko yang tak bisa dilupakannya, dalam menjalankan tugas. Hal tersebut disampaikan Novel dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Gratifikasi dalam sharing session tokoh inspiratif dengan tema “Integritas dalam pencegahan korupsi” yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu (15/11/2018) pagi.

Hadir juga mantan Ketua MA Artidjo Alkostar, dan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Novel Baswedan mengatakan, saat dirinya menjabat  Kapolsek tahun 2001 di Aceh, pernah menemukan ilegal logging yang penanganannya sangat krusial dan potensi konflik tinggi sampai anak buah saya ditabrak, ada juga perpindahan ke tempat pengolahan ilegal logging bisa disebut itu tempat yang ‘basah’. Tetapi karena konsisten menindak, dirinya mendapatkan penghargaan.

“Dari situ semakin lama semakin belajar untuk membentuk karakter atau integritas dengan membiasakan diri juga memaksakan, ketika terbiasa kita membangun integritas kita sendiri. Saya menyampaikan kepada saudara semua, apa yang saudara lakukan hadir di acara ini sedang menguatkan diri dari pengaruh yang sangat berat. Itu untuk mendapatkan keuntungan besar, mendapatkan kebaikan dan menghindarkan dosa,” ungkap penyidik yang masuk ke KPK tahun 2007.

Novel melanjutkan, dirinya belajar mempunyai orientasi berani jujur, tetapi harus sadar setiap gerak diawasi Allah SWT. Karena Allah SWT memerintahkan manusia harus berani. Tentunya kalau tetap berpegang teguh, banyak teror dan pembujukan secara tidak langsung.

“Saat penyidikan satu perkara kita dihadapkan dengan situasi berbuat optimal atau seadanya. Padahal penyidik saat menangkap pelaku kejahatan korupsi, sesungguhnya penyidik menolong pelaku itu. Kalau terbiasa korupsi akan terus korupsi itu sifat adiktif, walaupun dalam perspektif pidana disitu ada pidananya,” tambahnya.

Novel mengaku, kejadian yang menimpanya beberapa waktu lalu, menjadi pembelajaran langsung bagi anak-anak bagaimana berjuang, bagaimana perpektif ikhlas dan sabar. Dibicarakan juga kepada keluarga resiko-resiko yang dikerjakan.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

22 Ribu BPJS PBI Warga Sleman Mendadak Nonaktif, Pasien Gagal Ginjal Terancam Tak Bisa Berobat

3 November 2026 - 17:43 WIB

DPRD DIY Sayangkan 0 Persen Anggaran untuk Warga Pinggiran Code-Winongo

3 November 2026 - 14:35 WIB

Lahan Pertanian Susut 200 Hektare Pertahun, DPRD DIY Desak Audit Pemilik Bangunan Pelanggar

2 November 2026 - 16:57 WIB

Trending on Headline