Menu

Dark Mode
CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker  Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

Kabar Bogor

Emil Jadi Saksi Wisuda Sekolah Ibu

badge-check


					Emil Jadi Saksi Wisuda Sekolah Ibu Perbesar

Meski sempat jadi polemik, akhirnya 2.040 peserta sekolah ibu diwisuda. Bahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) ikut menghadiri wisuda yang digelar pertama kali di Graha Widya Wisuda (GWW), kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Dramaga, Bogor, Sabtu (6/10/2018).

Ketua TP PKK Kota Bogor yang juga penggagas program Sekolah Ibu Yane Ardian mengatakan, Sekolah Ibu bertujuan menciptakan ketahanan keluarga.

“Pendirian Sekolah Ibu berangkat dari fenomena sosial yang terjadi di masyarakat saat ini, di mana angka perceraian, kenakalan remaja, narkoba, dan pergaulan bebas sangat memprihatinkan.Kondisi itu, tidak hanya terjadi di Bogor, tetapi sudah menjadi masalah sosial yang terjadi secara nasional. Hal itu yang mendorong PKK Kota Bogor bergerak membantu pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satunya melalui Sekolah Ibu,” ungkap Yane.

Yane menjelaskan, Ibu merupakan sosok utama yang memegang peranan penting dalam sebuah keluarga. Ibu memiliki banyak peranan dan mampu melakukan banyak hal untuk kebutuhan semua anggota keluarga, seorang ibu memberikan keseimbangan dalam sebuah keluarga.

“Sekolah Ibu diharapkan mampu membantu mengatasi persoalan persoalan yang ada di masyarakat, yaitu dengan cara melakukan kegiatan peningkatan kapasitas bagi kaum Ibu melalui pemberian sejumlah materi yang dapat membekali mereka dalam menjalankan perannya, baik peran domestik maupun peran publik,” katanya.

Sekolah Ibu telah dilaksanakan secara serentak di 68 Kelurahan se-Kota Bogor pada Juli 2018. Pelaksanaan Sekolah Ibu dilakukan di aula-aula Kelurahan di Kota Bogor dalam dua kali seminggu selama kurang lebih tiga bulan dengan mengikuti 19 modul dan 20 kali pertemuan. Peserta dibimbing oleh 122 tenaga pengajar sukarela yang datang dari berbagai latar belakang.

19 modul yang dimaksud adalah soal urgensi sekolah ibu, urgensi ketahanan keluarga, konsep dasar perkawinan dan fungsi keluarga, kesehatan reproduksi, mengenal otak dan kepribadian manusia dan menggali potensi diri.

Lalu memasuki BAB II, para kaum ibu akan diberikan materi mengenai rumah sehat, manajemen keuangan keluarga, komunikasi efektif suami istri, pertolongan pertama pada keluarga, peningkatan kesehatan kekuarga dan manajemen konflik dan stres.

BAB terakhir, peserta akan diberikan materi mengenai nilai dan pola asuh serta komunikasi dengan anak, komunikasi pada remaja, pembagian peran dalam keluarga, etika berpakaian, lima kunci keamanan pangan hingga keluarga cinta tanah air.

“Saya pribadi sangat bangga melihat perkembangan kaum ibu setelah mengikuti sekolah ini. Yang lebih terharu ketika saya di datangi beberapa ibu yang mengaku tidak jadi bercerai setelah menerapkan apa yang didapat di Sekolah Ibu. Ada juga ibu yang mengaku bisa lebih berkomunikasi dengan anaknya, berdiskusi segala hal, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis

11 September 2026 - 16:00 WIB

Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera

31 August 2026 - 19:25 WIB

YKI Kota Bogor Gaungkan Kepedulian Bersama dan Rencana Pembangunan Rumah Sahabat Kanker

28 August 2026 - 14:30 WIB

JPO Rangga Mekar-Batutulis Diperbaiki, Arus Lalin Motor Dialihkan

27 August 2026 - 14:56 WIB

Penataan Angkot Capai 50,2 Persen, Targetkan Penertiban Tuntas Akhir Tahun

26 August 2026 - 14:51 WIB

Trending on Kabar Bogor