Menu ✖

Dark Mode
Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat

Kabar Sport

Timnas Indonesia Dihantui Adu Penalti, Pelatih Kiper Persipura Angkat Bicara

badge-check


					Timnas Indonesia Dihantui Adu Penalti, Pelatih Kiper Persipura Angkat Bicara Perbesar

TIMNAS Indonesia U-23 sudah tersingkir di fase 16 besar Asian Games 2018. Tim besutan Luis Milla itu kalah adu penalti dari Uni Emirat Arab (UEA) setelah dalam waktu normal bermain imbang 2-2.
Dalam adu penalti, kiper Indonesia, Andritany Ardhiyasa tidak bisa membaca arah bola tendangan pemain UEA. Justru satu tendangan yang gagal karena menerpa mistar gawang.
Melihat hal tersebut, banyak yang menyayangkan karena Andritany merupakan salah satu kiper terbaik Indonesia. Namun dia justru kurang beruntung dalam adu penalti.
Pelatih kiper Persipura, Alan Haviluddin juga merasakan hal yang sama. Dia pun memberikan masukan kepada Andritany dan semua kiper di Indonesia dalam hal menghadapi tendangan penalti.
“Waktu Timnas Indonesia U-23 kemarin adu penalti, saya nonton bareng sama dokter tim dan official Persipura lainnya. Dari 10 penendang, tebakan saya yang meleset hanya arah tendangan Beto Goncalves. Selebihnya tebakan saya benar dalam hal arah tendangan,” kata mantan pelatih kiper Arema tersebut.
Alan menjabarkan kunci menebak arah tendangan kiper adalah memperhatikan posisi sang penendang dengan letak bola. Kiper harus segera bergerak ke arah kanan jika sudut penendang dengan letak bola tidak mencapai 45 derajat dengan ancang-ancang kaki kanan.
“Begitu juga sebaliknya jika penendang pakai kaki kiri. Yang susah ditebak itu kalau posisi penendang lurus dengan bola saat melakukan ancang-ancang,” katanya.
Selain itu, setiap adu penalti, selalu ada arah tendangan ke tengah yang dilakukan pemain. Karena mereka sudah kelelahan setelah main di waktu 120 menit (plus babak tambahan). Pemain akan cari aman dengan menendang keras ke tengah.
Alan pun sudah memberikan ilmu untuk mengantisipasi tersebut kepada para anak buahnya. Sejak di Persipura, Persela, Arema dan Madura United.
“Semua kiper yang pernah saya latih pasti dapat ilmunya. Akurasi ketepatannya mencapai 95 persen. Saya sudah temukan rumus tendangan penalti itu dari pengalaman dan pengamatan. Persoalannya, kiper harus sigap apakah bola itu mendatar atau ke atas,” sambungnya.
Dengan masukannya tersebut, Alan berharap para kiper di Indonesia bisa lebih tangguh. Terutama dalam momentum tendangan penalti. Karena Indonesia sering menjalani adu penalti di fase gugur.
Tidak hanya Timnas U-23, Timnas U-19 dan U-16 yang menjalani Piala AFF di Sidoarjo juga sempat mengakhiri pertandingan lewat adu penalti.
***
Sumber : www.bola.com
Foto : www.bola.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Basket Putera Kota Bogor Libas Cianjur 100-39

3 November 2026 - 17:12 WIB

Fighter Muaythai Putri Kabupaten Bogor Indah Marini Amankan Tiket Semifinal  ‎

3 November 2026 - 09:30 WIB

Trending on Kabar Sport