Menu

Dark Mode
Judol, Pinjol dan Bullying Pelajar Disorot Wali Kota Bogor Perang Terbuka Pendiri Telegram dan Pemerintah Spanyol Cikal Bakal Cloud Computing, Ternyata Sudah Ada Sejak 1996 Momen Langka, Harga PS5 Turun! Sekarang Jadi Segini Epstein Diduga Kena Masalah Seksual Sampai Cari Dokter Peringatan Seram Pakar Jika Harga Bitcoin Terus Runtuh

Kabar Politik

Ini Alasan Periset Biografi Barack Obama Tertarik Garap Buku #AbdiBogor

badge-check


					Ini Alasan Periset Biografi Barack Obama Tertarik Garap Buku #AbdiBogor Perbesar

Penulis buku #AbdiBogor, Fenty Effendy mengungkapkan alasan mengapa dirinya tertarik menggarap buku yang mengangkat kisah perjalanan hidup seorang Bima Arya Sugiarto. Menurut reporter dan periset buku The Story yang mengangkat biografi Presiden Amerika Serikat Barack Obama itu, kisah Bima Arya tidak sekedar menarik untuk dituangkan dalam sebuah buku tetapi juga menginspirasi generasi muda.

“Selalu ada panduan untuk menulis agar layak dijadikan sebuah buku. Apakah kisahnya menarik dan penting buat publik? Sering kali seorang tokoh itu menarik, tapi tidak penting buat publik. Ada juga yang penting buat publik tapi tidak menarik untuk diceritakan. Idealnya, menarik dan penting untuk publik. Selalu itu resepnya. Buku Bima Arya ini ceritanya menarik dan penting untuk publik,” ungkap Fenty di sela mengikuti program Badra On The Road, Rabu 30 Mei 2018 sore.

Buku Bima Arya sendiri bukan satu-satunya buku yang pernah di tulis oleh lulusan S2 Ilmu Komunikasi di FISIP Universitas Indonesia (2007) itu. “Sebelum #AbdiBogor, buku pertama itu berjudul ‘Titik Balik Bima Arya’ yang diproduksi pada 2013 lalu. Ini seperti sekuel ya,” ujar mantan produser televisi nasional, seperti Metro TV, ANTV dan TvOne itu.

Buku ‘Titik Balik’, kata Fenty, menceritakan kisah ‘metamorfosis’ Bima Arya dari kecil, remaja hingga kuliah S3 di Australia. Di buku itu juga diceritakan perjalanan karirnya dari seorang akademisi, pengamat, lalu terjun ke dunia politik hingga akhirnya menjadi Walikota Bogor.

“Dia pernah ditawari sebagai juru bicara Istana Negara. Buku pertama menjelaskan dan memperkenalkan sosok bima Arya sebagai siapa dia dan kenapa dia terjun ke politik itu sebuah citra menarik. Karena butuh keberanian untuk bisa switch atau titik balik berbuah dari seorang yang biasa mengomentari, menyampaikan kritik terus tiba-tiba harus melakukan apa yang sebelumnya dia bahas dan analisa. Itu peting untuk diketahui publik,” jelasnya.

Lima tahun berlalu seperti sudah menjadi kewajiban untuk menulis kisah selanjutnya seorang Bima Arya selama menjadi Walikota Bogor. Maka, rampunglah buku berjudul #AbdiBogor, kata Fenty.

“Jadi saya melihat sendiri ada proses dan konsistensi bagaimana mengubah dirinya hingga proses saat menjadi walikota. Dan menurut saya menjadi seorang pejabat publik sekarang tantangannya bukan sekedar bagaimana dia menggerakan perubahan, tapi juga menghadapi bagaimana hoax itu muncul. Buku ini menjawab kontroversi yang ada di Kota Bogor selama lima tahun terakhir juga ada perbincangan Bima Arya dengan Presiden Joko Widodo,” bebernya.

“Network Bima Arya sebagai pengamat yang masih dipelihara dengan Walikota Solo yang sekarang jadi presiden, Joko Widodo. Itu kan semuanya untuk orang Bogor juga, PAD meningkat, perubahan-perubahan dan sebagainya. Menurut saya seperti itu. Jadi ada kewajiban penulis untuk dikasih tahu ke publik,” tambahnya.

Selain Bima Arya, Fenty juga tercatat sudah menulis buku untuk orang-orang kredibel lainnya. Sebut saja Mata Najwa: Mantra Layar Kaca (2015), Karni Ilyas: Lahir untuk Berita (2012), Agum Gumelar: Jenderal Bersenjata Nurani (2004), Mereka Bicara JK (2009), Ibnu Sutowo: Saatnya Saya Bercerita! (2008), Catatan Perjalanan HIPMI 1972-2011 (2011), Ahmad Sahroni: Anak Priok Meraih Mimpi (2013).

Karier sebagai penulis buku biografi dimulai Fenty sejak tahun 2004. Dalam mengarungi kariernya sebagai jurnalis dan penulis, Fenty juga banyak belajar dari David Maraniss, seorang wartawan senior dari koran ternama Amerika Serikat, The Washington Post.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

27 January 2026 - 22:54 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolresta Temui Pimpinan DPRD Kota Bogor

27 January 2026 - 20:08 WIB

Ulang Tahun, Redpem dan PDI-P Gelar Baksos di Pandeglang

18 January 2026 - 22:02 WIB

 Komisi IV DPRD Kota Bogor Bahas Sinergi dan Pembentukan Panja

13 January 2026 - 22:14 WIB

Terima Kunjungan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kota Bogor, Ini Kata Ketua DPRD

8 January 2026 - 22:15 WIB

Trending on Kabar Politik