Menu

Dark Mode
Polemik Studio Game RI Mau Hengkang Karena Pajak dan Responsnya Ilmuwan Top Amerika Tewas Ditembak, Dunia Sains Berduka Indosat Rilis HiFi Air, Internet Rumah yang Bisa Dibawa Mudik Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat, Ini Daerah Berpotensi Terdampak Hentikan Pemborosan Anggaran, Pemerintah Tertibkan Belanja TIK Eliminasi TBC 2030 : Kota Bogor Perkuat Deteksi, Pengobatan dan Kolaborasi

Kabar Politik

Rumah Nyaris Ambruk, Zaenul Minta Warga Mengungsi

badge-check


					Rumah Nyaris Ambruk, Zaenul Minta Warga Mengungsi Perbesar

Hujan deras yang mengguyur kawasan Kota Bogor sejak sore hingga malam hari, menyebabkan satu bangunan rumah warga yang berada di tepi sungai Cipakancilan, tepatnya di Kampung Sukajadi RT04/RW19 Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, longsor, Minggu (20/5/2018).

Sebanyak 9 Kepala Keluarga (KK) beserta 20 orang jiwa penghuni dari 5 rumah terdampak longsor terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman. Peristiwa longsor yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB tersebut menimpa rumah milik Acang yang menyebabkan menggantung karena kamar mandinya ambruk tergerus longsor.

Tidak lama berselang, calon Wakil Walikota Bogor nomor urut 1, Zaenul Mutaqin meninjau lokasi dan menemui warga yang terkena dampak longsor. Keprihatinan mendalam ditunjukan oleh Zaenul ketika melihat rumah warga sudah menggantung kondisinya dan nyaris ambruk.

“Warga harus segera mengungsi jauh dari lokasi ini, karena khawatir akan ada longsor susulan,” ujar Zaenul disela meninjau langsung lokasi longsor.

ZM panggilan akrabnya mengatakan, bahwa Pemkot Bogor harus segera mengambil langkah langkah cepat dalam menangani peristiwa longsor ini, karena selain satu rumah yang sudah ambruk sebagian bangunannya, empat rumah lainnya terdampak juga khawatir ikut tergerus longsor.

“Harus segera ditangani, seperti membangun talud atau memperkuat pondasi, agar pondasi bangunan rumah rumah di bantaran sungai ini jadi kuat,” kata politisi PPP itu didampingi para Ketua RW dan RT serta sejumlah tokoh masyarakat Kampung Sukajadi.

Sementara itu, salah satu warga korban longsor, Entis mengungkapkan, bahwa warga sudah beberapa kali mengajukan agar dibangun tembok penahan tanah (TPT) di sepanjang sungai Cipakancilan namun belum juga terbangun sampai saat ini.

“Warga sudah sering mengajukan, tapi belum ada realisasi pembangunan TPT dari Pemkot Bogor. Kami berharap agar pemerintah segera turun tangan membangun talud, supaya tidak terjadi longsor lagi,” harap warga.

Ditempat yang sama, anggota Tagana Kota Bogor, Deden Solehudin menyebutkan, warga pemilik rumah yang diungsikan, diantaranya Acang dengan 2 KK 5 jiwa, Ija 2 KK 5 jiwa, ibu Acoh 2 KK 2 jiwa, Brenda 1 KK 2 jiwa dan Entis 2 kk 4 jiwa. “Lima rumah sudah dikosongkan karena khawatir terjadi longsor susulan, dan penguhuninya sudah dievakuasi ke tempat lebih aman,” jelas Deden.

****

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Adityawarman: Puasa Merupakan Proses Pendidikan yang Berkesinambungan

20 February 2026 - 20:02 WIB

HPN 2026 dan HUT PWI ke 80 : Adityawarman Adil Apresiasi Peluncuran Ambulans PWI Kota Bogor

12 February 2026 - 21:55 WIB

Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

27 January 2026 - 22:54 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolresta Temui Pimpinan DPRD Kota Bogor

27 January 2026 - 20:08 WIB

Ulang Tahun, Redpem dan PDI-P Gelar Baksos di Pandeglang

18 January 2026 - 22:02 WIB

Trending on Kabar Politik