Menu ✖

Dark Mode
Tren Agentic AI Mulai Geser Era Call Center Tradisional Demokrat Menang, Saham Para Raksasa Teknologi Hancur Sejarah Times New Roman, Tahun Berapa Diciptakan? Starlink Mau Bangun Jaringan 5G Sendiri, Siap Saingi Operator Seluler Indonesia Targetkan PLTN Pertama Dibangun 2032, BRIN Soroti Aspek Ini Tim Judo Kota Bogor Tambah Satu Emas di Porprov XV Jabar 2026

Kabar Politik

Bima Dedie Injakkan Kaki di Puncak Gunung Gede, Ini Filosofinya

badge-check


					Bima Dedie Injakkan Kaki di Puncak Gunung Gede, Ini Filosofinya Perbesar

Sebuah bangsa tidak akan kehilangan pemimpin yang bijaksana dan adil selama para pemuda yang hidup di dalamnya masih menyukai dan menjelajahi hutan dan mendaki gunung. Filosofi itulah yang menjadi warisan Soe Hok Gie.

Aktivis yang dikenal tegas, bersahaja serta tidak mau berkompromi dengan hal yang merugikan masyarakat ini juga melegenda sebagai pecinta alam sejati.

Salah satu gunung favoritnya adalah Gunung Gede-Pangrango, Jawa Barat. Bahkan, salah satu puisinya bercerita mengenai Lembah Mandalawangi di gunung tersebut.

Kematiannya pada usia muda, yakni 27 tahun di puncak Gunung Semeru selalu dikenang aktivis muda. Meski telah tiada, karya dan pemikirannya tetap dikenang dan menginspirasi banyak muda-mudi hingga.

Mungkin semangat Soe Hok Gie ini pula yang membawa Bima Arya Sugiarto dan Dedie Rachim untuk menginjakan kakinya ke puncak Gunung Gede, Selasa (9/5/2018).

Di sela kesibukannya bergerilya menyapa warga, calon Walikota dan calon Wakil Walikota Bogor 2018-2023 itu menyempatkan diri untuk lebih dekat dengan alam dengan mendaki gunung.

Sinar sang fajar mulai menyapa, langkah kaki menuju Puncak Gunung Gede pun dimulai dari dari jalur Gunung Putri, Cipanas, Kabupaten Cianjur. Bima-Dedie bersama Tim Badra pun memulai pendakian dengan ditemani oleh ranger yang merupakan warga setempat.

Usai pemanasan, pendakian Bima-Dedie dimulai dengan melintasi ladang sayur mayur milik warga. Hawa segar dan sunyi mulai menyapa Tim Badra saat mulai memasuki area hutan. Tim harus melalui 4 pos untuk menuju Alun-Alun Suryakancana sebelum akhirnya mendaki lagi untuk mencapai titik puncak Gunung Gede.

Bagi para pendaki profesional, Jalur Gunung Putri memang dikenal lebih terjal dibandingkan dengan jalur Cibodas. Walau berat, jalur ini disebut sebagai jalur paling dekat menuju Alun-Alun Suryakancana.

Ada ratusan bahkan ribuan spesies flora dan fauna yang hidup di sana. Tak heran jika, C.G.C. Reinwardt yang merupakan pendiri Kebun Raya Bogor tertarik untuk mendaki ke Puncak Gunung Gede pada April 1819. Warga berkebangsaan Jerman itu pun tercatat sebagai yang pertama kali mendaki gunung tersebut.

Trek bebatuan hingga tanah yang licin pun dilalui oleh tim, tak terkecuali jalur dengan kemiringan sekitar 60-70 derajat. Pos demi pos pun dilalui, mulai dari Legok Leunca, Buntut Lutung, Lawang Seketeng, Simpang Maleber hingga pada akhirnya tiba di tempat favorit pendaki, Alun-Alun Suryakancana.

Walau jalurnya lebih berat, tapi perjalanan lewat Gunung Putri akan dibayar tuntas begitu kita masuk ke gerbang menuju Alun-Alun Suryakencana.

Bayangkan, di ketinggian 2.759 mdpl, terdapat lahan seluas 50 hektar yang dihiasi dengan hamparan bunga edelweiss atau yang disebut pula bunga keabadian.

Bima-Dedie hanya membutuhkan waktu 3,5 jam dari pos pemeriksaan hingga Suryakancana. Hal itu membuat sang ranger kagum dan mengapresiasi.

“Ini bisa dibilang cepat sekali Pak. Biasanya pemula 6-7 jam untuk mencapai Alun-Alun Suryakencana. Bapak cuma 3,5 jam. Luar biasa,” ungkap Aceng, ranger yang juga warga setempat.

Kekaguman tidak hanya dirasakan oleh Aceng. Para pendaki lain yang mayoritas kawula muda mengaku kaget dengan kehadiran sosok Bima Arya Sugiarto yang mampu tiba di Gunung Gede.

“Ini seriusan bapak naik Gunung Gede. Kenapa nggak naik helikopter aja Pak biar cepet sampai. Kan capek Pak. Gila, keren Pak. Lain kali kita naik gunung bareng dong,” ungkap salah satu pendaki wanita asal Kedung Halang, lalu meminta berswafoto dengan Bima Arya.

“Wah, walikota pertama ini yang naik Gunung. Mantap pak,” timpal rekannya.

Tidak hanya pendaki dari Kota Bogor, Bima Arya juga di sapa oleh pendaki yang mengenali dirinya, mulai dari Kabupaten Bogor, Tangerang, Depok dan Jakarta.

Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk foto bersama. Bima juga berpesan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan berhati-hati ketika turun dan bermalam di lokasi.

“Saya takjub. Selama ini hanya mendengar Alun-alun Suryakancana. Seperti berada di dunia lain, dunia yang berbeda. Indahnya luar biasa. Tidak bisa terucap oleh kata. Di sana saya belajar sekali, bagaimana para pendaki gunung itu begitu terampil bekerja sama, saling menolong, saling mendorong, berbagi. Team work-nya luar biasa. Mereka ramah, menegur satu sama lain, saling menyemangati.Ketika kami naik, disemangai oleh yang turun. Begitupun sebaliknya,” ungkap Bima.

Usai beristirahat sejenak, pendakian dilanjutkan ke Puncak Gunung Gede, Bima-Dedie membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk mencapai puncak dari Alun-alun Suryakancana. Sampai di atas ketinggian 2.958 mdpl, keduanya tampak takjub dengan panorama alam dan bau kawah yang menusuk hidung.

“Naik Gunung Gede kemarin itu ada 3 maknanya. Pertama, hasil tidak pernah mengingkari proses. Semua ada perjuangannya. Jadi, tidak ada jalan pintas menuju puncak. Tidak ada jalan singkat menuju ke atas. Ini pesan untuk anak muda dan semuanya, tidak ada yang dadakan,” kata Bima

Kedua, lanjut dia, mendaki itu seperti mencintai. Bukan puncak gunung yang ditaklukan, tapi ego diri sendiri. “Mendaki gunung itu belajar berdamai dengan hati. Mengelola hati dan ego supaya bisa jalan seiring. Mencintai juga begitu. Bukan menaklukan yang dicintai tapi berusaha memahami yang dicintai,” ujarnya

“Berdamai dengan hati kita supaya bisa berdamai dengan orang lain. Bogor pun begitu. Mencintai Kota Bogor berarti memahami diri kita. Apa yang kita bisa berikan untuk Kota Bogor,” bebernya.

Yang ketiga, bagi Bima mendaki itu sebagai simbol bahwa seorang pemimpin itu harus memiliki fisik yang prima.

“Karena persoalan itu lebih banyak di lapangan. Jadi, kita harus lebih banyak di lapangan dari pada di balik meja. Lahir batin harus prima. Bukan hanya walikota, tapi kepala dinas, camat, lurah fisiknya harus prima. Tidak mungkin menaklukan puncak gunung kalau fisiknya tidak prima,” ujar pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu.

Puas mendekat dengan alam dan mensyukuri segala ciptaan-Nya, tim pun kembali turun ke pos Gunung Putri, Cipanas untuk bergegas menuju Kota Bogor. Tak lupa, sampah-sampah yang tim hasilkan, di bawa kembali ke bawah.

reporterpratama/*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

DPRD Desak Diskominfo Bergerak Cepat, Perangi Judi Online dari Akarnya

6 November 2026 - 11:55 WIB

SIARAN PERS ‎ ‎ ‎14.595 Warga Bogor Terdampak Judi Online, DPRD Siapkan Langkah Penanganan ‎ ‎ ‎HUMPROPUB – Komisi I dan Komisi IV DPRD Kota Bogor memperkuat upaya pencegahan dan penanganan dampak judi online menyusul temuan ribuan warga yang bantuan sosialnya dinonaktifkan karena terindikasi terlibat aktivitas perjudian daring. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan yang digelar di Ruang Serbaguna DPRD Kota Bogor, Rabu 4 November 2026. ‎Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, mengatakan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan bahwa Bogor Selatan dan Kota Bogor masuk dalam wilayah dengan transaksi judi online yang menjadi perhatian nasional. ‎ ‎“Ini bukan lagi soal angka, tapi hak warga yang direnggut,” ujar Fajar. ‎ ‎Berdasarkan temuan yang menjadi latar belakang RDP, sebanyak 14.595 warga Kota Bogor tercatat mengalami penonaktifan bantuan sosial karena terindikasi terlibat judi online. ‎ ‎Data PPATK yang dirilis melalui Menko Polhukam pada Juni 2024 menempatkan Kecamatan Bogor Selatan di posisi pertama nasional untuk nilai transaksi judi online tertinggi di tingkat kecamatan. Nilainya mencapai Rp349 miliar dengan jumlah 3.720 pelaku. ‎ ‎Sementara di tingkat kota dan kabupaten, Kota Bogor berada di peringkat kedua nasional dengan nilai transaksi mencapai Rp612 miliar, setelah Jakarta Barat. ‎ ‎Langkah penanganan yang dilakukan, kata Fajar, Komisi I, Komisi IV, dan Diskominfo berencana menggelar rapat kerja bersama seluruh operator seluler serta penyedia jaringan kabel dan Fiber to the Home (FTTH). ‎”Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan mendorong keterlibatan operator dalam mencegah penyalahgunaan layanan telekomunikasi untuk aktivitas judi online,” katanya. ‎ ‎Selain itu, Bagian Hukum Setda bersama Komisi I akan mendorong penyusunan Peraturan Wali Kota sebagai aturan turunan Perda Nomor 11 Tahun 2005, dengan memasukkan ketentuan khusus mengenai judi daring. ‎ ‎Regulasi tersebut dinilai dapat menjadi langkah lebih cepat sembari menunggu proses pembahasan Raperda Perubahan. ‎ ‎Dari sisi administrasi kependudukan, Diskominfo, Disdukcapil, dan operator akan melakukan audit terhadap registrasi kartu SIM yang mencurigakan, termasuk penggunaan satu NIK untuk banyak nomor telepon. ‎ ‎”Masyarakat juga akan diberikan edukasi mengenai cara mengecek nomor ponsel yang terdaftar menggunakan NIK mereka. ‎Bagi warga yang merasa identitasnya disalahgunakan, pemerintah menyediakan mekanisme klarifikasi melalui portal sanggah di Dinas Sosial yang dikelola bersama Diskominfo dan Bagian Pemerintahan,” Jelasnya. ‎Pembaruan data dan deteksi dini juga akan dilakukan secara berkala mulai dari tingkat Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW. Warga terdampak akan mendapatkan pendampingan secara tertutup. ‎ ‎Untuk jangka panjang, Fajar menyampaikan DPRD akan mengawal percepatan Raperda Perubahan melalui Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2027 serta mendorong pengesahan Perwali Penanggulangan Kemiskinan yang mengatur mekanisme reaktivasi dan penyaluran bantuan sosial. ‎ ‎”Perbaikan basis data DTKS/DTSEN bersama Kementerian Sosial juga menjadi prioritas. Portal sanggah akan diformalkan menjadi standar operasional prosedur (SOP), sementara kerja sama dengan OJK dan PPATK akan diperkuat untuk mendukung pemantauan transaksi mencurigakan,” ucapnya. ‎ ‎Selain penanganan administratif, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari strategi pencegahan. ‎ ‎DPRD mendorong peran Perumda Bank Kota Bogor dan lembaga keuangan mikro komunitas, disertai edukasi serta literasi keuangan secara rutin. ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎

4 November 2026 - 11:56 WIB

Hut ke 62, Golkar Kota Bogor Lebih Dekat dengan Warga

20 October 2026 - 20:38 WIB

Pesan Haedar Nashir di Era Prabowo – Gibran : Perbaiki Kebijakan Jangan Bikin Pemerintah Turun Wibawa

14 October 2026 - 10:37 WIB

Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda

10 October 2026 - 13:17 WIB

Trending on Kabar Politik