Menu

Dark Mode
Startup Ini Bikin Tempat Tinggal di Bawah Laut Ala Bikini Bottom Krisis Iklim Bisa Bikin Manusia Makin Kesepian Apple Uji Chip Memori China Buat Respons Krisis Pasokan Datangi Mapolresta, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik Launching Layanan Fertilitas Embria, Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut

Kabar Dunia

Kisah Cinta Pria Tionghoa dengan Perempuan India Ini Bikin Baper

badge-check


					Kisah Cinta Pria Tionghoa dengan Perempuan India Ini Bikin Baper Perbesar

KISAH cinta ini merupakan hal unik bagi masyarakat Singapura, dan kian menggetarkan ketika menilik pada pengorbanan dan ketulusan yang dibina oleh sejoli berbeda ras ini.
Ketika Koh Leng Kiat meninggal di usia 83 tahun pada 5 Maret, para anak tirinya yang beretnis India, bersama dengan anak kandungnya yang mewarisi genetik Tionghoa, berkumpul melakukan upacara pemakaman dalam ajaran Tao, yang sejatinya tidak benar-benar mereka pahami tata caranya.
Dilansir dari Asia One pada Minggu (1/4/2018), keluarga mereka tidaklah seperti kebanyakan warga Singapura. Mereka merupakan percampuran etnis Tionghoa dan Tamil, suatu takdir cinta yang berawal dari sebuah insiden pada 1966 silam.
Pada tahun tersebut, sebuah kecelakaan mobil menewaskan suami Meena Jaganathan. Perempuan itu berusia 24 tahun saat ditinggal mati suaminya.
Pasangan ini memiliki delapan anak, termasuk yang termuda di antaranya baru berusia dua bulan.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Meena pun bergabung dengan perusahaan konstruksi sebagai buruh kasar pada 1967.
Setelah beberapa bulan bekerja, Meena mengalami radang usus buntu. Tuan Koh (32), yang merupakan atasannya, membawa ia ke rumah sakit untuk dirawat.
Putus asa karena tidak ada yang merawat anak-anaknya, Meena pun menoleh ke Koh, meminta bantuannya.
Koh setuju membantunya, dan segera membawa kedelapan anak Meena ke rumahnya yang berlokasi di sebuah kampung di kawasan Joo Chiat.
Apa yang dilihatnya sangatlah menyedihkan, lima anak laki-laki dan tiga perempuan dengan masa depan yang tidak pasti, tinggal di rumah kecil tanpa ayah.
Tergugah oleh kesulitan mereka, Koh pun bertekad untuk melakukan sesuatu.
Setelah Meena kembali, Koh mulai membantu sedikit demi sedikit, memberikan bantuan keuangan dan membeli barang untuk sembilan orang anggota keluarga barunya.
Untuk membalas kebaikannya, Nyonya Meena sering memasak dan menyajikannya makanan, setiap kali Koh berkunjung ke rumahnya.
Perlahan tapi pasti, cinta tumbuh meski ada hambatan bahasa dan budaya.
Bantuan tulus yang diberikan oleh Koh membuat hati Meena luluh, dan menjadikannya kian kagum pada pria beretnis Tionghoa itu.
“Appa (ayah) sangat menyukai masakan amma (ibu). Dia menyukai dalcha, kari daging kambing, kari ayam, dan kari ikan. Dia sering bercanda bahwa dia jatuh cinta karena hidangan itu,” kata anak pertama pasangan itu, Chitra (46).
Meskipun masing-masing orangtua mereka menolak untuk memberikan restu, Koh tetap menikahi Meena pada 1970. Pasangan itu hidup penuh cinta di Joo Chiat.
Reporteasep
Sumber : Asia One
Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Elon Musk Jadi Manusia Pertama di Dunia dengan Kekayaan Rp 8.311 Triliun

5 October 2025 - 10:50 WIB

Orang-orang Abad ke-20 Santap Daging Gajah Mamut Jadi Steak

3 October 2025 - 11:15 WIB

Ilmuwan Prediksi Alam Semesta Bakal Mengalami Kiamat Kosmik

2 October 2025 - 11:16 WIB

Trending on Kabar Dunia