Menu

Dark Mode
Launching Layanan Fertilitas Embria, Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut Mumi Cile Buktikan Bangsa Eropa Bawa Cacar Mematikan ke Amerika Model AI Meta Lepas Kendali dan Retas Perusahaan Lain Ilmuwan Makin Lirik Hiu untuk Pertajam Prediksi Badai Pakar Wanti-wanti Insiden AI Lepas Kendali Bakal Makin Sering

Kabar Sport

All England 2018: Pelatih Puji Mental Bertanding Kevin / Marcus

badge-check


					All England 2018: Pelatih Puji Mental Bertanding Kevin / Marcus Perbesar

INDONESIA membawa pulang satu gelar juara dari All England 2018 melalui ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Sang pelatih, Herry Iman Pierngadi, memuji mental bertanding Minions sehingga berhasil mengalahkan musuh bebuyutan mereka di final, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dengan skor 21-18, 21-17,  Minggu (18/3/2018).

Herry mengatakan Kevin/Marcus sebenarnya bermain lebih lambat daripada biasanya. Mereka mengadaptasi taktik yang berbeda karena pasangan lawan juga mengubah stratregi.

“Tadi sebetulnya Kevin/Marcus bermain terlalu slow, bukan polanya mereka, tapi namanya pertandingan kan banyak strategi. Mainnya kan tidak seperti biasa, no lob serang, tadi banyak defense. Boe/Mogensen memang mengubah pola main, mereka memperlambat, karena mereka kalah cepat dari Kevin/Marcus,” kata Herry, seperti dilansir PBSI.

“Tapi ini sudah diantisipasi, akan bermain seperti ini, bermain lambat,” sambung dia.

Kevin/Marcus berhasil mempertahankan gelar yang diraih pada tahun lalu. Prestasi tersebut sangat luar biasa karena Kevin/Marcus menjadi ganda putra yang pertama mampu mempertahankan gelar dalam 22 tahun terakhir.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon memang sudah terbukti mentalnya, luar biasa. Ini bawaan dari diri sendiri, saya sebagai pelatih cuma memotivasi mereka,” ujar Herry.

Kepercayaan diri Kevin/Marcus disebut-sebut meningkat drastis sejak menjuarai All England pada musim lalu. Pendapat itu diamini Herry IP.

“All England memang menjadi salah satu ujian buat seorang pebulutangkis. Kalau dia sudah menjuarai All England, Kejuaraan Dunia, Olimpiade, level dan kepercayaan diri mereka pasti meningkat,” ujar Herry.

Herry juga menambahkan sebelum berangkat ke All England, Kevin/Marcus diganggu oleh cedera. Namun, kondisi tersebut tak menghalangi keduanya meraih podium tertinggi.

“Itulah, kondisi ini membuat Kevin/Marcus menyiasati dengan sedikit mengubah cara dan pola main,” kata Herry.

“Sebenarnya Kevin itu belum seratus persen, sebelum tanding, dia pemanasan dengan tarik karet, untuk menjaga tangannya. Marcus juga ada masalah dengan tangannya. Dengan kondisi apapun, mereka bisa mengatasi,” imbuh sang pelatih.

****

Sumber : www.bola.com

Foto : www.bola.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ikuti NS Matrix Fencing Festival 2026 di Malaysia, Wakil Wali Kota Bogor Lepas 18 Atlet Anggar

25 June 2026 - 08:20 WIB

​Kota Bogor Juara Umum POPWILDA 2026

22 June 2026 - 17:55 WIB

Tim Sepakbola Kota Bogor Tampil Gemilang di Popwilda 2026

18 June 2026 - 15:24 WIB

Diikuti Seribu Peserta, The Mutiara Bogor Sukses Gelar Padjadjarun 2026

25 May 2026 - 18:30 WIB

Sukses Periode Pertama, Laniasari Pimpin Kembali Porpi Kota Bogor

16 May 2026 - 16:15 WIB

Trending on Kabar Sport