Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Kabar Dunia

Orangtua Lebih Khawatir soal Medsos daripada Alkohol

badge-check


					Orangtua Lebih Khawatir soal Medsos daripada Alkohol Perbesar

SEBUAH penelitian terbaru mengungkapkan para orangtua di Australia ternyata lebih mengkhawatirkan penggunaan media sosial dan teknologi pada anak-anak ketimbang narkoba, alkohol, atau merokok.

Layanan dukungan kesehatan mental remaja ‘ReachOut’ menyurvei orangtua dari anak berusia 12 sampai 18 tahun mengenai kekhawatiran mereka dan mendapati bahwa 45 persen dari mereka khawatir tentang penggunaan media sosial oleh anak-anak mereka.

Dikutip dari laman AustralianPlus Indonesia, Selasa (13/3/2018), kekhawatiran mengenai teknologi menyusul ketat sebesar 42 persen.

Sebagai perbandingan, 25 persen orangtua khawatir anak-anak mereka menggunakan narkoba, alkohol, atau merokok.

Direktur Eksekutif ReachOut, Jono Nicholas, mengatakan bahwa orangtua mengkhawatirkan penggunaan media sosial dan teknologi sehari-hari.

“Media sosial adalah bagian penting dari jaringan sosial mereka tapi dalam banyak kasus mereka tidak yakin apakah mereka aman saat menggunakan situs media sosial,” kata Nicholas.

“Tidak seperti beberapa produk lain, yang saya kira dari sudut pandang orang tua, setidaknya Anda bisa mencoba dan menjauhkan mereka.”

ReachOut menyurvei 890 orangtua pada Desember 2017, sebulan sebelum Amy Dolly Everett, seorang gadis berusia 14 tahun melakukan bunuh diri karena menjadi korban perundungan atau bullying di dunia maya dan menjadi agenda nasional.

Nicholas mengatakan bahwa orangtua khawatir tentang anonimitas di media sosial.

“Mereka benar-benar khawatir tentang sifat intimidasi yang mungkin terjadi di situs media sosial dan betapa mudahnya mengingat bahwa ini adalah produk yang kemungkinan akan digunakan remaja setiap hari,” katanya.

“Bahwa kerugian dan terutama bahaya psikologis bisa sangat signifikan.”

***

Sumber : AustralianPlus Indonesia

Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia