Menu ✖

Dark Mode
Angkat Besi Putri Kota Bogor Rebut Emas di Porprov XV Jabar Tahun 2026 Werstling Kabupaten Bogor Penuhi Target Emas Porprov XV Jabar 2026 Sembilan Emas Porprov XV Jabar 2026 Diraih Judo Kota Bogor Jenal Mutaqin Hadiri Pembukaan Porprov XV Jawa Barat, Optimis Kota Bogor Raih Hasil Maksimal All Eyes on Papua Menggema, Karhutla Bumi Cenderawasih Bikin Khawatir Bubble AI Pecah Sampai Amerika, Rp18.000 Triliun Menguap Semalam

Kabar Dunia

Ibu di China Ini Gendong Anak ke Sekolah Tiap Hari, Alasannya Mengharukan

badge-check


					Ibu di China Ini Gendong Anak ke Sekolah Tiap Hari, Alasannya Mengharukan Perbesar

KASIH ibu sepanjang masa. Begitulah perumpaan yang tepat bagi seorang ibu di Yuanling, Hunan, China. Agar anaknya memiliki masa depan, wanita itu rela menggendong sang anak ke sekolah. Setiap hari.
Dikutip dari laman AsiaOne, Rabu (28/2/2018), Fu Yuantao harus menggendong anak perempuannya yang memiliki keterbatasan.
Anak perempuan Fu, lahir dengan kondisi cerebral palsy — gangguan gerakan, otot, atau postur yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal di otak.
Anak perempuan bernama Peng Haixin itu tak dapat berjalan dan harus bergantung pada orang lain. Sejak tahun 2006, Fu selalu membawa Peng ke tempat pengobatan di seluruh wilayah China.
Ia pun harus rela menahan rasa lapar karena harus menyisihkan biaya pengobatan anak yang ia cintai — meski kesembuhan tak kunjung datang.
Fu mengatakan, jika ditotal uang yang telah ia habiskan mencapai 500 ribu yuan atau setara dengan Rp 1 miliar. Uang tersebut meliputi perawatan medis bagi putri kesayangannya itu.
Agar Peng memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak sebaya lainnya, wanita asal China itu bahkan rela menggendong anaknya ke sekolah selama enam tahun terakhir.
Cinta dari sang ibu membuat Peng berusaha semaksimal mungkin agar dapat sembuh dari penyakitnya. Ia selalu berusaha untuk berjalan sendiri, meski sering terjatuh.
“Jika saya belajar dengan giat, saya akan mendapat pekerjaan yang baik dan dapat membelikan rumah baru bagi ibu dan ayah,” kata Peng.
“Ketika mereka bertambah tua, saya tak dapat merawat mereka. Maka saya akan carikan pembantu untuk menolong ayah dan ibu,” jelas Peng.
Reporterasep
Sumber : AsiaOne
Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia