Menu

Dark Mode
Mbappe Berdarah Disikut, Warganet: Aktor Hebat! Astronaut Artemis II Sukses Mendarat di Bumi Usai 10 Hari Keliling Bulan Komdigi Gandeng Startup Lokal Berburu Judol Meta Perkenalkan Muse Spark, Model AI Canggih yang Serba Bisa FIFA Umumkan Game Sepakbola Terbarunya, Bisa Memainkan Maradona-Thor YouTube Ajak Kreator untuk ‘Kloning’ Diri Pakai AI

Kabar Bogor

Masih Pro Kontra, Apartemen Sekitar Stasiun Bogor Sudah Dipasarkan

badge-check


					Masih Pro Kontra, Apartemen Sekitar Stasiun Bogor Sudah Dipasarkan Perbesar

Pembangunan di Kota Bogor begitu pesat, jumlah apartemen yang berdiri pun bak jamur di musim hujan. Salah satunya apartemen di sekitar stasiun Bogor.

Meski pun masih pro kontra terkait pembangunan apartemen di kawasan Stasiun Bogor, namun pihak pengembang sudah mulai memasarkan apartemennya. Demikian dikatakan wakil ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono  kepada kabar online.

“Kami menyoroti maraknya apartemen yang sudah menjual unitnya, padahal fisiknya belum dibangu. Bahkan IMBnya belum ada. Kok bisa yah mereka memasarkan,” kata Heri.

Heri menambahkan, DPRD Kota Bogor melihat Pemerintah Kota Bogor masih belum mampu menggali dan menarik uang rakyat dari pajak dan retribusi yang seharusnya masuk ke kas negara.

“DPRD juga menyesali terhadap tampilan pembahasan anggaran yang selalu minus atau defisit sementara potensi PAD Kota Bogor terabaikan.Melihat postur pembahasan anggaran yang selalu defisit itulah, DPRD berencana mematok peningkatan PAD diatas 1 T di Kota Bogor sebagai salah satu solusinya,” katanya.

DPRD lanjutnya, merasa prihatin dengan kinerja Bapenda Kota Bogor yang belum maksimal dalam menarik pajak dan retribusi sehingga potensi uang masuk tersebut menjadi hilang, salah satunya adalah bagaimana potensi pajak di sektor properti belum di sentuh sama sekali.

“Di Kota Bogor banyak sekali dibangun appartemen, satu appartemen bisa memiliki sekitar 2000 unit. Satu unit apartemen yang sudah jadi dan mereka membayar pajak, minimal ada pemasukan ke kas Kota Bogor sekitar Ro25 juta. Dihitung dari pembayaran BPHTB sebesar 5 persen dari nilai obyek. Kalau ada 2000 unit berarti satu apartemen bisa memberikan PAD 50 milyar, tetapi potensi pajak ini tidak tersentuh karena rata rata pemilik apartemen tidak mau membayar pajak BPHTB dengan tidak mengurus AJB kepemilikan unit apartemen,” jelasnya.

Bapenda lanjutnya, harus bisa mencari solusi bagaimana memaksa pemilik apartemen agar taat membayar pajak karena mereka sudah menikmati fasilitas tersebut. Jika potensi pajak satu apartemen bisa 50 milyar, tinggal dikalikan berapa jumlah apartemen di Kota Bogor.

“Ada 10 saja sudah 500 milyar sebuah nilai yang fantastis dan bisa menutupi defisit APBD, itulah mengapa dalam rapat badan anggaran dengan TAPB kita meminta agar dicari solusi menarik uang rakyat tersebut.DPRD ingin memberikan solusi bagi Pemerintah Kota Bogor dalam memecahkan masalah ini, semua ini agar rakyat Kota Bogor bisa menikmati hasil pembangunan,” jelasnya.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN

7 April 2026 - 21:39 WIB

PDIP Kota Bogor Terima SK Pengurus

7 April 2026 - 08:58 WIB

Komdigi: Rating Gim IGRS di Steam Bukan Klasifikasi Resmi

6 April 2026 - 14:39 WIB

Gelar Diskusi Lintas Agama, PIKI Perkuat Sinergi Wujudkan Depok Kota Toleran

4 April 2026 - 22:07 WIB

Drone 360 Antigravity A1 Tawarkan Sensasi Terbang Tanpa Tuas

4 April 2026 - 19:27 WIB

Trending on Kabar Bogor