Menu

Dark Mode
Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya!

Kabar Bogor

Tambang Rakyat Bukan Kejahatan Tapi Potensi Ekonomi

badge-check


					Tambang Rakyat Bukan Kejahatan Tapi Potensi Ekonomi Perbesar

Nasib Penambang rakyat yang sampai saat ini belum mendapatkan keadilan dari pemerintah, membuat Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) prihatin.

Ketua APRI, Gatot Sugiharto, mengatakan dalam praktiknya pemberangusan tambang rakyat biasanya hanya menghentikan satu titik penambangan saja. Namun setelah itu rakyat mencari titik baru yang dianggap lebih aman dari penciuman aparat. Sayangnya, titik penambangan yang ditinggalkan pun tak langsung direhabilitasi.

“Bisa dibayangkan berapa banyak kerusakannya kalau terus seperti ini. Mau diusir seperti apapun sulit menghentikan penambang rakyat. Belum lagi masyarakat yang jadi korban penangkapan,” kata Gatot dalam konferensi pers jelang Kongres II APRI dan Konferensi Internasional Penambang Rakyat di Jakarta.

Ubtuk itu lanjutnya, Apri akan mendatangi kawasan Pongkor, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, guna melakukan penelitian tambang rakyat.

Penelitian tambang rakyat tersebut adalah salah satu program kerja APRI setelah mengelar Kongres II
dan Konferensi Internasional Penambang Rakyat di Gedung Sarinah, Jakarta, Sabtu 8 Oktober 2016 lalu.

Sementara itu Ketua DPC APRI Kabupaten Bogor, Ujang Gozali, mengatakan, APRI akan terus mendorong agar pemerintah menyadari bahwa tambang rakyat adalah potensi ekonomi yang sangat besar.

“Tambang rakyat bukan kejahatan. Pemerintah seharusnya mengakui penambang rakyat sebagai mata pencaharian yang sama dengan nelayan, petani, guru, dan lain-lain. Bahkan, seharusnya pemerintah dapat melihat bahwa tambang rakyat adalah satu-satunya mata pencaharian yang tidak membutuhkan subsidi, justru akan memberikan income buat pemerintah dari pajak, royalty dan retribusi tambang rakyat. Wilayah Nanggung khususnya merupakan wilayah tambang,” tegasnya.

Ujang Gozali berharap keberadaan APRI bisa menjadi wadah bagi para penambang sehingga para penambang tidak liar dan merusak ekosistem lingkungan. “Sesuai komitmen yang dideklarasikan bulan November 2015, APRI juga akan menargetkan penghapusan merkuri di tambang rakyat paling lambat tahun 2018. Untuk itu APRI sangat berharap komitmen pemerintah tetap sejalan dan terus bersinergi untuk mewujudkan Indonesia bebas merkuri secepatnya,” tandasnya.

Wakil Ketua DPC APRI Kabupaten Bogor, Rahman Efendi, menambahkan, rencananya tanggal 4 November 2016 APRI akan berkunjung ke Pongkor, Kecamatan Nanggung untuk melakukan penelitian terkait adanya penambang rakyat bersama para peniliti dan mahasiswa.

Diharapkannya, keberadaan APRI khususnya untuk wilayah Kecamatan Nanggung diharapkan bisa memberi efek positif bagi para penambang.

#pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Libur Lebaran 1447 H, Ini Layanan Dinkes Kota Bogor

17 March 2026 - 10:24 WIB

Yantie Rachim Serukan Masyarakat Perkuat Semangat Berbagi kepada Anak Yatim

13 March 2026 - 09:55 WIB

Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas

12 March 2026 - 20:55 WIB

Kwarran Bogor Barat Gelar Ramadan Fest 2026

12 March 2026 - 11:27 WIB

Balkot Ramadan Festival 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Layanan Publik Hadir di Balai Kota

12 March 2026 - 10:36 WIB

Trending on Kabar Bogor