Selama ini banyak warga yang kesulitan jika ingin berjumpa dengan Pimpinan di pemerintahan, baik di tingkat Nasional, Provinsi dan ataupun di Daerah. Padahal, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah menganut faham Demokrasi dalam politik, yang mana warga bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Pemerintahnya secara langsung.Calon Wali Kota (Cawalkot) Kota Bogor nomor urut dua Edgar Suratman, berencana akan mengeluarkan program temu warga setiap hari.
Program ini muncul dibenak pasangan Edgar-Sefwelly itu, usai mendengar keluhan dari warga kaitan sulitnya bertemu dan berdiskusi dengan pemimpin di Kota Hujan. “Jadi kita akan programkan hal itu. Insya Allah, jika dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Bogor kedepan,” kata Edgar.

Menurutnya, memang tak dipungkiri jika seseorang sudah menjadi pemimpin, khususnya wali kota Bogor akan banyak agenda yang mengisi kesehariannya. Bertemu dengan warga pun akan ada jarak yang terjadi. Namun, jika ia dipercaya memimpin Kota Bogor, akan ada waktu khusus yang diberikan untuk masyarakat. “Bisa dari kegiatan olahraga pagi dan usai solat Subuh di Masjid Attaqwa (balaikota) atau di dekat rumah saya,” ucap mantan birokrat yang mengabdi selama 25 tahun itu.
Sekedar diketahui, masa kampanye kali ini di isi pasangan Edgar-Sefwelly di Kecamatan Bogor Tengah. Ada tiga titik yang disambangi paslon dengan slogan ESA. Diantaranya, menyapa warga Kampung Muara sari, Kelurahan Wangun. Dilanjut, sosialisasi dengan warga Gg. Sukajadi, Kelurahan Bondongan. Ditutup, silaturahmi dengan Habib Musthofa bin Ja’far Assegaf di kediaman sang habib.
Edgar menambahkan, secara garis besar apa yang diharapkan masyarakat masih sama dengan yang dirasakan di wilayah lainnya. Persoalan ekonomi jadi kendala yang krusial dihadapi masyarakat. Dengan begitu, persoalan ini pun akan coba ia selesaikan bersama pasangannya melalui visi misi dan program-program unggulan yang dimiliki di Pilwalkot Bogor 2018.
Reporterpratama














