Menu

Dark Mode
Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust Bongkahan Meteorit 2,8 Ton Diselundupkan dari Rusia, Kok Bisa? Perang Lawan Penipuan Digital, Tri Kini Bisa Blokir Scam WhatsApp Call Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

Kabar Politik

Eksistensi Sablon Cukil Tersisihkan, Bima Sepakat Gagas Pelatihan

badge-check


					Eksistensi Sablon Cukil Tersisihkan, Bima Sepakat Gagas Pelatihan Perbesar

Eksistensi sablon cukil di Kota Bogor semakin terpinggirkan. Kondisi inilah yang membuat Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor Nomor Urut 3, Bima Arya – Dedie A Rachi, berkomitmen untuk memberdayakan potensi usaha mikro sablon cukil di Kota Bogor. Bima dan Dedie sepakat untuk menggagas Pelatihan Sablon cukil sebagai pilot projek dalam pengembangan industri kreatif di Kota Bogor.

Hal itu disampaikan pasangan petahana saat melakukan kunjungannya di Pelatihan Sablon Cukil, Jalan Kapten Yusuf, No 123, RT 1, RW 7, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor selatan, Kota Bogor pada Kamis (22/3/2018) petang. “Kami ingin ini jadikan pilot projek untuk pengembangan saung kreatif bagi anak muda dengan berbagai macam talenta. Sekarang saya coba dulu untuk cetak kaos. Kedepan ini akan menjadi program unggulan yang diperkenalkan. Di masa kampanye ini kita ingin perkenalkan saung kreatif anak muda untuk ada minimal satu di setiap kecamatan,” ujar Bima Arya, di lokasi pelatihan sablon dengan teknik Cukil.

Menurut Bima, industri kreatif tersebut dapat membantu untuk membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, dia juga akan menggabungkan konsep industri kreatif masuk pada industri kuliner. “Ini kita bisa berdayakan. Kan mereka baru pada lulus sekolah, belum punya pekerjaan diajarin kreatif ini cetak kaos, kan bagus. Nanti kedepan bisa digabungkan konsepnya dengan warung makanan kuliner. Jadi di tempat wisata itu bisa sekaligus produksi kaos-kaos ini,” tuturnya.

Bima mencontohkan, kegiatan industri kreatif seperti sablon ini sudah ada di kota-kota lain. Namun hanya sebatas mencetak kaos saja. “Kalau di kota-kota lain kan sudah jalan yah. Tapi baru sebatas mencetak kaos. Nah ini kita ingin gabungkan itu dengan wisata alamnya dengan kerajinan kreatif itu. Jadi bukan hanya mengenalkan ikon Bogor tapi membuka juga lapangan pekerjaan,” tandasnya.

Dengan begitu, Bima akan fokuskan industri kreatif ini menjadi prioritas selain daripada program utama lainnya antara lain renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), transportasi, kesehatan, dan pendidikan. “Itu gagasan yang memang sudah ada beberapa tahun lalu. Tapi kita akan fokuskan di 5 tahun kedepan, ya kalau misalanya kita lanjut.
Untuk modal dari pemkot itu ada skemanya, tapi tidak ingin hanya mengandalkan dari APBD. Saya mau UMKM, Dinas, Bank, dan Perusahaan dirangkul jadi satu untuk dibina oleh mereka semua,” tandasnya.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

27 January 2026 - 22:54 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolresta Temui Pimpinan DPRD Kota Bogor

27 January 2026 - 20:08 WIB

Ulang Tahun, Redpem dan PDI-P Gelar Baksos di Pandeglang

18 January 2026 - 22:02 WIB

 Komisi IV DPRD Kota Bogor Bahas Sinergi dan Pembentukan Panja

13 January 2026 - 22:14 WIB

Terima Kunjungan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kota Bogor, Ini Kata Ketua DPRD

8 January 2026 - 22:15 WIB

Trending on Kabar Politik