Menu

Dark Mode
Startup Ini Bikin Tempat Tinggal di Bawah Laut Ala Bikini Bottom Krisis Iklim Bisa Bikin Manusia Makin Kesepian Apple Uji Chip Memori China Buat Respons Krisis Pasokan Datangi Mapolresta, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik Launching Layanan Fertilitas Embria, Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut

Kabar Politik

Jaman Millenials, Dedie Ajak Warga Bijak Bermedsos

badge-check


					Jaman Millenials, Dedie Ajak Warga Bijak Bermedsos Perbesar

Keberadaan sosial media dan media online berperan penting dalam keberhasilan pelaksanaan pilkada yang damai dan sehat. Terlebih, di era millenials saat ini, internet menjadi objek vital lalulintas informasi.

Calon Wakil Walikota Bogor, Dedie Rachim, mengimbau, agar warganet di Kota Bogor lebih bijak dalam bersosial media dan menyaring informasi di media online. “Seperti digaungkan Pemerintah Pusat, pilkada harus berjalan damai dan kondusif. Saya pribadi menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bogor agar kita semua dan unsur terkait lainnya untuk mewujudkan penyelenggaraan kampanye Pilkada sebagai sarana pendidikan politik rakyat dalam mengetahui dan memahami visi, misi, dan program paslon demi terwujudnya cita-cita bersama,” ungkapnya, saat dihubungi, petang tadi.

Dedie juga mengingatkan bahwa kontestasi pilkada jangan sampai membenani masyarakat dengan hal-hal yang kontraproduktif. “Silaturahmi antar warga harus tetap dijaga dan tetap menjaga keutuhan NKRI,” kata Dedie.

“Masyarakat harus dewasa menyikapi pemberitaan dan informasi serta melakukan cek dan ricek kembali agar tidak terjebak pemberitaan bohong atau hoax,” ingatnya.

Senada, Pengamat Informasi Universitas Pamulang (Unpam) Tangerang Selatan, Martin Lubalu, menegaskan, media online sangat berperan penting dalam pelaksanaan pilkada 2018. “Saya amati keberadaan media ‘online’ dan media sosial memiliki peran penting di era globalisasi dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah, sebab masyarakat sebagian besar memiliki telepon seluler,” kata dia, saat dihubungi, tadi siang.

Ia mengatakan dengan keberadaan telepon seluler tersebut memungkinkan sosialisasi atau kampanye menggunakan sarana tersebut, karena mudah dan bisa cepat diterima masyarakat. “Jadi dengan cara kampanye lewat media ‘online’ pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, maupun bupati dan wakil bupati memudahkan berkampanye. Tapi saya harapkan berkampanye seperti itu mematuhi aturan dan beretika, sebab banyak terjadi ada berita bohong (hoaks),” ujar Dosen Muda Unpam ini.

Akademisi Hukum Pidana yang juga menjadi pengacara ini juga mengemukakan dalam media sosial masyarakat juga harus berhati-hati membaca berita tersebut, karena dalam dunia politik kemungkinan kampanye hitam bisa terjadi. Melalui media sosial, katanya, setiap pendukung ingin mendapatkan simpati dari calon yang diusungnya. “Oleh karena itu saya berharap kepada masyarakat untuk berpikir kritis dan cermat dalam menyikapi berita-berita atau pesan yang diungguh lewat media sosial tersebut. Sebab dalam media sosial itu, siapa saja bisa membuat dan mengunggah ‘postingan’ tanpa batas,” ucapnya.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Aklamasi Rusli Pimpin Golkar Kota Bogor

31 July 2026 - 20:14 WIB

Rusli Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Kota Bogor

30 July 2026 - 21:33 WIB

Resmi, Pendaftaran Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor Dibuka

28 July 2026 - 22:18 WIB

DPRD Kota Bogor Desak Pemkot Percepat Penanganan Lonjakan Kasus HIV

27 July 2026 - 10:15 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Apresiasi Konsistensi GMKB Tebar Kebaikan di HUT ke-6

26 July 2026 - 09:46 WIB

Trending on Kabar Politik