Menu ✖

Dark Mode
Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat Trump Ketemu Bos-Bos Teknologi Bahas Krisis Dunia, Begini Hasilnya

Kabar Politik

Jaman Millenials, Dedie Ajak Warga Bijak Bermedsos

badge-check


					Jaman Millenials, Dedie Ajak Warga Bijak Bermedsos Perbesar

Keberadaan sosial media dan media online berperan penting dalam keberhasilan pelaksanaan pilkada yang damai dan sehat. Terlebih, di era millenials saat ini, internet menjadi objek vital lalulintas informasi.

Calon Wakil Walikota Bogor, Dedie Rachim, mengimbau, agar warganet di Kota Bogor lebih bijak dalam bersosial media dan menyaring informasi di media online. “Seperti digaungkan Pemerintah Pusat, pilkada harus berjalan damai dan kondusif. Saya pribadi menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bogor agar kita semua dan unsur terkait lainnya untuk mewujudkan penyelenggaraan kampanye Pilkada sebagai sarana pendidikan politik rakyat dalam mengetahui dan memahami visi, misi, dan program paslon demi terwujudnya cita-cita bersama,” ungkapnya, saat dihubungi, petang tadi.

Dedie juga mengingatkan bahwa kontestasi pilkada jangan sampai membenani masyarakat dengan hal-hal yang kontraproduktif. “Silaturahmi antar warga harus tetap dijaga dan tetap menjaga keutuhan NKRI,” kata Dedie.

“Masyarakat harus dewasa menyikapi pemberitaan dan informasi serta melakukan cek dan ricek kembali agar tidak terjebak pemberitaan bohong atau hoax,” ingatnya.

Senada, Pengamat Informasi Universitas Pamulang (Unpam) Tangerang Selatan, Martin Lubalu, menegaskan, media online sangat berperan penting dalam pelaksanaan pilkada 2018. “Saya amati keberadaan media ‘online’ dan media sosial memiliki peran penting di era globalisasi dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah, sebab masyarakat sebagian besar memiliki telepon seluler,” kata dia, saat dihubungi, tadi siang.

Ia mengatakan dengan keberadaan telepon seluler tersebut memungkinkan sosialisasi atau kampanye menggunakan sarana tersebut, karena mudah dan bisa cepat diterima masyarakat. “Jadi dengan cara kampanye lewat media ‘online’ pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, maupun bupati dan wakil bupati memudahkan berkampanye. Tapi saya harapkan berkampanye seperti itu mematuhi aturan dan beretika, sebab banyak terjadi ada berita bohong (hoaks),” ujar Dosen Muda Unpam ini.

Akademisi Hukum Pidana yang juga menjadi pengacara ini juga mengemukakan dalam media sosial masyarakat juga harus berhati-hati membaca berita tersebut, karena dalam dunia politik kemungkinan kampanye hitam bisa terjadi. Melalui media sosial, katanya, setiap pendukung ingin mendapatkan simpati dari calon yang diusungnya. “Oleh karena itu saya berharap kepada masyarakat untuk berpikir kritis dan cermat dalam menyikapi berita-berita atau pesan yang diungguh lewat media sosial tersebut. Sebab dalam media sosial itu, siapa saja bisa membuat dan mengunggah ‘postingan’ tanpa batas,” ucapnya.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sempat Terancam Nonaktif, Ratusan Ribuan BPJS Warga Kota Bogor Akhirnya Terselamatkan.

30 September 2026 - 10:09 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Lepas Delegasi PSM Agria Suara IPB ke Busan

26 September 2026 - 14:53 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

Trending on Kabar Politik