Menu

Dark Mode
Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust Bongkahan Meteorit 2,8 Ton Diselundupkan dari Rusia, Kok Bisa? Perang Lawan Penipuan Digital, Tri Kini Bisa Blokir Scam WhatsApp Call Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

Kabar Politik

Bima: Nomor 3 Filosofi Pemersatu

badge-check


					Bima: Nomor 3 Filosofi Pemersatu Perbesar

Sesuai surat nomor 21/PL.03.3-KPT/3271/KPU-KOTA/II/2018 tentang penetapan nomor urut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor secara resmi telah mengumumkan nomor urut pasangan calon walikota dan wakil walikota Bogor, Selasa (13/2/2018). Pasangan cawalkot Bima Arya-Dedie A Rachim mendapatkan nomor urut 3.

Bima Arya mengaku bersyukur mendapatkan nomor urut tiga tersebut dan akan langsung diperkenalkan dalam kampanye sehingga diingat warga Kota Bogor.

Menurut Bima Arya, angka berapapun sama baiknya, karena pada dasarnya Pilkada ini merupakan ajang adu gagasan. Menang atau kalah, kata dia, bukan tergantung pada nomor urut, melainkan kerja-kerja tim di lapangan dalam mengawal pemenangan kandidat.

“Nomor apa saja saya anggap baik. Kalau ditanya filosofinya pasti setiap nomor masing-masing memiliki makna tersendiri. Termasuk angka tiga juga memiliki filosofi yang sangat positif,” ungkap Bima di sela penetapan nomor urut paslon di Ballroom SKI Tajur, Katulampa, Bogor Timur, Selasa (13/2/2018).

Lebih lanjut Bima menjelaskan, angka tiga memiliki filosofi sebagai simbol pemersatu. “Dalam Pancasila, sila ketiga adalah Persatuan Indonesia yang memiliki maksud mengutamakan persatuan atau kerukunan bagi seluruh warga yang mempunyai perbedaan agama, suku, bahasa, dan budaya. Sehingga tetap satu atau disebut dengan Bhineka Tunggal Ika,” beber Bima.

Selain itu, angka tiga juga memiliki filosofi sebagi angka tengah. “Bisa juga dimaknai sebagai penengah, perekat sebagai simbol persahabatan. Pilkada ini bukan sekedar mencari lawan atau musuh-musuhan karena pada dasarnya mimpi kita sama untuk membangun Kota Bogor,” jelasnya.

Paslon lain yang mendapaykan nomor urut satu adalah Ahmad Ruyat-Zainul Mutaqin (PKS, PPP, Gerindra), nomor urur dua Edgar Suratman-Syefwelly Gianyar Djoyodiningrat (perseorangan) Bima Arya-Dedie A Rachim (PAN, Golkar, Demokrat, Nasdem, Hanura) nomor urut 3, dan Dadang Danubrata-Sugeng Teguh Santoso (PDIP, PKB) di nomor urut ke-4.

Ketua KPUD Kota Bogor, Undang Suryatna menutur, nama calon yang ditetapkan nantinya akan ditulis tidak berdasarkan nama dalam KTP Elektronik. Hal tersebut, kata Undang, sudah berdasarkan kesepakatan dengan para calon dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan telah ditetapkannya pasangan dan pengambilan nomor urut calon ini, pihaknya menghimbau kepada seluruh pasangan dan tim pemenangan untuk menjaga perdamaian dan kondusifitas selama masa kampanye pendatang.

“Kami ucapkan banyak terima kasih semua unsur yang mendukung berjalannya kegiatan ini. Mari kita berikan edukasi kepada masyarakat dalam berkampanye dan kita selalu menjaga Kota Bogor agar aman dan kondusif,” kata Undang.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

27 January 2026 - 22:54 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolresta Temui Pimpinan DPRD Kota Bogor

27 January 2026 - 20:08 WIB

Ulang Tahun, Redpem dan PDI-P Gelar Baksos di Pandeglang

18 January 2026 - 22:02 WIB

 Komisi IV DPRD Kota Bogor Bahas Sinergi dan Pembentukan Panja

13 January 2026 - 22:14 WIB

Terima Kunjungan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kota Bogor, Ini Kata Ketua DPRD

8 January 2026 - 22:15 WIB

Trending on Kabar Politik