Menu

Dark Mode
Roblox Kalahkan Steam, Jumlah Gamer yang Online Bersamaan Lebih Banyak Ratusan Staf Desak Kepala HAM PBB Nyatakan Perang Gaza Genosida 2 Tentara Lebanon Tewas Kena Ledakan Drone Israel Dedie Rachim Ajak Warga Manfaatkan Lahan Jepang Terpanggang Suhu Panas, Rekor 10 Hari Berturut Promo Agustus, Tirta Pakuan Luncurkan Program Pemasangan Sambungan Baru Gratis

Kabar Dunia

2 Tentara Lebanon Tewas Kena Ledakan Drone Israel

badge-check


					Tentara Lebanon berpatroli di wilayah perbatasan usai pasukan Israel menarik diri (dok. AFP) Perbesar

Tentara Lebanon berpatroli di wilayah perbatasan usai pasukan Israel menarik diri (dok. AFP)

Militer Lebanon mengatakan dua tentaranya tewas terkena ledakan drone Israel yang terjatuh di wilayah selatan negara tersebut pada Kamis (28/8) waktu setempat. Ini menjadi insiden mematikan terbaru bagi pasukan militer Lebanon yang ditugaskan di dekat perbatasan Israel.

Berdasarkan gencatan senjata yang berlaku sejak November lalu untuk mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hizbullah, militer Lebanon telah dikerahkan ke wilayah selatan negara itu dan membongkar infrastruktur Hizbullah, dengan dukungan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Saat personel militer sedang memeriksa sebuah drone musuh Israel setelah itu terjatuh di area Naqura, drone itu meledak, yang menyebabkan kematian seorang perwira dan seorang prajurit, serta melukai dua personel lainnya,” kata militer Lebanon dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Jumat (29/8/2025).

Presiden Lebanon Joseph Aoun, dalam pernyataan terpisah, mengatakan bahwa “militer sekali lagi membayar dengan darah, harga untuk menjaga stabilitas di wilayah selatan”.

Aoun menyebut insiden itu merupakan insiden mematikan keempat bagi militer Lebanon sejak mulai dikerahkan ke wilayah selatan negara tersebut, setelah gencatan senjata diberlakukan.

Awal bulan ini, enam tentara Lebanon tewas dalam ledakan yang mengguncang sebuah depot senjata di dekat perbatasan, yang menurut sumber militer Beirut, milik Hizullah.

Ditekankan oleh Aoun bahwa insiden pada Kamis (28/8) tersebut bertepatan dengan perpanjangan mandat pasukan penjaga perdamaian PBB oleh Dewan Keamanan PBB, menjelang penarikan mereka pada akhir tahun 2027.

Insiden ini, menurut Aoun dalam pernyataannya, juga bertepatan dengan “seruan komunitas internasional agar Israel menghentikan serangannya, mundur … dan memungkinkan militer Lebanon untuk menyelesaikan perluasan kewenangannya hingga ke perbatasan internasional”.

Berdasarkan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS), Israel dan Hizbullah sama-sama diwajibkan untuk mundur dari Lebanon bagian selatan, tetapi Israel tetap menempatkan pasukannya di beberapa area yang dianggap strategis.

Perdana Menteri (PM) Lebanon Nawaf Salam, dalam tanggapannya, menyampaikan belasungkawa dan “solidaritas penuh pemerintah terhadap institusi militer”. Dia mengatakan militer merupakan “katup pengaman, benteng kedaulatan, dan pendukung persatuan nasional” Lebanon.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ratusan Staf Desak Kepala HAM PBB Nyatakan Perang Gaza Genosida

29 August 2025 - 13:18 WIB

Jepang Terpanggang Suhu Panas, Rekor 10 Hari Berturut

28 August 2025 - 14:40 WIB

Kim Jong Un Bakal Temui Putin-Xi Jinping di China, Ada Apa?

28 August 2025 - 14:35 WIB

India Uji Coba Rudal Balistik Jelang Kenaikan Tarif AS

28 August 2025 - 14:26 WIB

3 Alasan Uni Eropa Harus Jalani Reformasi Besar-besaran

26 August 2025 - 13:33 WIB

Trending on Kabar Dunia