Menu

Dark Mode
Ilmuwan Teliti Anomali Magnetik Raksasa di Bawah Australia, Misteri Bumi Terungkap Luncurkan Ambulance, Dedie Jenal Apresiasi PWI Kota Bogor Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust Bongkahan Meteorit 2,8 Ton Diselundupkan dari Rusia, Kok Bisa? Perang Lawan Penipuan Digital, Tri Kini Bisa Blokir Scam WhatsApp Call

Kabar Bogor

Social Distancing

badge-check


					Social Distancing Perbesar

*Menjaga Jarak*

Waktu pertama kali mendengar wabah korona di Wuhan, China,  waktu itu kita masih santai saja, kemudian kita mulai bertanya, penyakit apa itu”Wuhan Corona Virus” lalu ketika penyakit ini mulai menular keluar kota wuhan, kita juga masih santai, masih jauh disana, lalu ketika negar-negara tetangga kita sudah mulai ada kasus kita mulai sedikit kawatir. Jangan-jangan akan tertular juga kita. Ketika sudah mulai ditemukan orang dalam pemanyauan, Pasien dalam pengawasan, kita sudah mulai waspada.  Pintu-masuk masuk diawasi, jangan ada orang sakit yang masuk ke Indonesia. Dipintu-pintu masuk Negara, bandara, pelabuhan dipasang termal alert, kemudian rumah sakit mulai merawat suspek. Ketika kasus pertama ditemukan, kita baru sadar, ternyata ada disini, bukan nun jauh disana.

Saat ini kasus sudah semakin banyak, banyak sekali. Yang sakit tidak hanya orang yang baru dating dari luar negri. Yang sakit tidak hanya orang yang dating dari Jakarta. Yang sakit bukan hanya yang merawat orang sakit Covid -19. Yang sakit sudah bangat banyak. Ada satu keluarga saling menularkan, ada orang-orang satu kantor yang saling menularkan, ada sesama jamaah masjid dan gereja  yang saling menularkan, ada sesame peserta seminar yang saling menularkan, bahkan ada yang tertular dari bis umum, kereta, pasar dan sebagainya. Saat ini udah ditemukan orang yang toidak menunjukkan gejala tetapui menularkan. Saat ini banyak yang masih beraktivitas diluar rumah namun menularkan. Dan kita tidak tahu itu orang yang mana.

jagaApakah kita mau membiarkan diri kita tertular, keluarga kita tertular? Memang jika tertular hari ini besok mati? Nggak juga kan? Tetapi apakah kita akan membiarkan diri kita tertular dan kemudian kita menularkan juga kepada keluarga, orang-orang dekat, teman-teman kantor, tetangga atau orang-orang lainnya? Nggak juga kan? Lalu bagaimana? Kita sudah tidak lagi bisa hanya mengandalkan deteksi di pintu2 masuk, bandara, dan sebagainya. Kita sudah tidak bisa lagi hanya mengandalkan deteksi panas badan dan hand sanitizer saja. Tidak cukup. Orang-orang yang sakit Covid -19 tengah diisolasi, tetapi virus corona menyebar dengan cepat di lingkungan kita, di wilayah kita. Melalui apa? Melalui kontak jarak dekat. Ini adalah penularan komunitas (Community transmission).

Semakin meluas penularan komunitas terjadi, maka perlu dilakukan tindakan pencegahan, yaitu mengurangi kontak Antara satu warga yang satu dengan yang lainnya (Sosial Distancing) yang dalam Bahasa kita adalah mengurangi kontak antar warga. Yaitu mengurangi kegiatan-kegiatan yang mendatangkan orang, membuat orang berkumpul, berkerumun, berdesakan dan sejenisnya. Sosial Distancing termasuk tindakan mengurangi pertemuan di tempat umum, menutup sekolah, kegiatan keagamaan, mengurangi penggunaan  transpotasi umum yang tidak penting.

Beberapa panduan para ahli:

  • menghindar pertemuan besar ( lebih dari 10 orang)
  • Jaga jarak (1 meter atau lebih) dengan orang lain.
  • Jangan pergi ke sarana kesehatan kecuali diperlukan.Bila mempunyai anggota keluarga yang di rumah sakit, batasi pengunjung terutama jika mereka adalah anak-anak atau kelompok risiko tinggi (misalnya lanjut usia, berpenyakit kronisyang dapat memperberat seperti jantung, diabetes dan penyakit kronis lainnya)
  • Orang berisiko tinggi sebaiknya tetap dirumak dan menghindari pertemuan atau kegiatan yang berpotensi terpapar virus.
  • Beri dukungan pada anggota keluarga, teman , atau tetangga yang terinfeksi tanpa harus bertemu langsung misalnya melalui telepon, WA dan sebagainya.
  • Ikuti panduan pemerintah
  • Ikuti perkembangan informasi karena situasi dapat berubah dengan cepat sesuai perkembangan penyakit dan penyebarannya.

Beberapa saran dari WHO untuk social Distancing Antara lain: Menghindari kerumunan, menjaga jarak minimal 1 meter, menghindari berjabat tangan, fokuskan kegiatan di dalam rumah.

Sie infokes dan Humas Dinkes Kota Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Luncurkan Ambulance, Dedie Jenal Apresiasi PWI Kota Bogor

12 February 2026 - 08:24 WIB

Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

10 February 2026 - 09:34 WIB

HPN 2026, PWI Kota Bogor Buka 3 Layanan Publik Sekaligus

7 February 2026 - 20:03 WIB

Kapolresta Kota Bogor dan Dandim Ajak Wartawan Kompak Amankan Kota Bogor

6 February 2026 - 22:39 WIB

Pengurus Gudep SDN Papandayan Dilantik, Ini Pesan Ka Kwarcab Kota Bogor

6 February 2026 - 22:25 WIB

Trending on Kabar Bogor