Menu

Dark Mode
Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust Bongkahan Meteorit 2,8 Ton Diselundupkan dari Rusia, Kok Bisa? Perang Lawan Penipuan Digital, Tri Kini Bisa Blokir Scam WhatsApp Call Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

Kabar Lifestyle

Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust

badge-check


					Foto: Istimewa (Dok ITS) Perbesar

Foto: Istimewa (Dok ITS)

Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust

Jakarta – Indonesia berada di jalur pertemuan lempeng tektonik paling aktif di dunia, menjadikannya rumah bagi sejumlah zona subduksi yang berkaitan langsung dengan megathrust, yakni sumber gempa bumi terbesar yang berpotensi memicu tsunami.

Subduksi dan megathrust merupakan dua fenomena yang saling berkaitan erat dalam proses pergerakan lempeng bumi yang menghasilkan gempa dengan daya rusak paling tinggi.

Subduksi adalah proses ketika satu lempeng tektonik menunjam ke bawah lempeng lainnya akibat pergerakan konstan kerak Bumi. Proses ini umumnya terjadi di zona subduksi, yaitu wilayah pertemuan dua lempeng tektonik, terutama antara lempeng samudra yang lebih berat dan lempeng benua yang lebih ringan.

Dalam zona subduksi tersebut, terdapat struktur patahan yang sangat panjang dan luas disebut megathrust. Megathrust merupakan zona subduksi aktif dengan bidang kontak antarlempeng yang sangat besar dan dangkal, seperti dikutip dari USGS atau Survei Geologi Amerika Serikat, Senin (9/2/2026).

Di sinilah sebagian besar gempa bumi terbesar di dunia terbentuk, karena energi tektonik yang terakumulasi dapat dilepaskan secara tiba-tiba dengan rupture yang sangat luas.

Proses megathrust terjadi dari interaksi lempeng yang “mengunci” bertahun-tahun, menimbun energi seismik. Ketika tegangan ini melebihi kemampuan batuan untuk menahan gaya, terjadi patahan mendadak yang memicu gempa megathrust.

Sebagaimana dikutip dari BMKG, gempa jenis tersebut bisa sangat besar, karena area patahan yang bergerak bisa mencapai ratusan kilometer panjangnya.

Sebagai informasi bahwa Indonesia memiliki banyak zona subduksi aktif, antara lain: Subduksi Sunda (meliputi Sumatera, Jawa, Bali), Subduksi Banda, Subduksi Laut Maluku, hingga Subduksi Utara Papua. Di sepanjang jalur ini terdapat berbagai segmen megathrust yang teridentifikasi memiliki potensi gempa besar, meskipun sebagian segmen pernah lama tidak melepaskan energi.

Dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 disebutkan bahwa di Samudra Hindia selatan Jawa terdapat 3 segmentasi megathrust, yaitu Segmen Jawa Timur, Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat, dan Segmen Banten-Selat Sunda. Ketiga segmen megathrust ini memiliki magnitudo tertarget M8,7.

Namun demikian, jika skenario model dibuat dengan asumsi 2 segmen megathrust yang “bergerak” secara simultan maka magnitudo gempa yang dihasilkan bisa lebih besar dari 8,7.

Besarnya magnitudo gempa itu adalah potensi skenario terburuk (worst case), bukan prediksi yang akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga kapan terjadinya tidak ada satu pun orang yang tahu. Untuk itu, dalam ketidakpastian kapan terjadinya, kita semua harus melakukan upaya mitigasi.

Gempa megathrust tidak hanya menghasilkan getaran kuat, tetapi juga berpotensi memicu tsunami tinggi jika terjadi di dasar laut, sebagaimana yang dialami Jepang pada gempa Tōhoku 2011. Para ilmuwan juga mencatat bahwa megathrust umumnya merupakan sumber gempa terbesar di dunia, karena bidang patahan yang sangat panjang dan besar .

Aktivitas megathrust tidak selalu menghasilkan gempa besar setiap saat. Banyak gempa kecil yang terjadi sebagai bagian dari proses releksi energi, tetapi segmen yang tetap ‘terkunci’ bisa menyimpan potensi energi besar yang suatu saat dilepaskan dalam bentuk gempa besar di masa depan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap

10 February 2026 - 19:10 WIB

Bongkahan Meteorit 2,8 Ton Diselundupkan dari Rusia, Kok Bisa?

10 February 2026 - 18:58 WIB

Perang Lawan Penipuan Digital, Tri Kini Bisa Blokir Scam WhatsApp Call

10 February 2026 - 18:54 WIB

Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM

10 February 2026 - 09:44 WIB

Perang Terbuka Pendiri Telegram dan Pemerintah Spanyol

9 February 2026 - 12:19 WIB

Trending on Kabar Lifestyle