Menu

Dark Mode
Apakah Manusia Purba Neanderthal Punya Agama? iOS 26.3 Dirilis, Pindah dari iPhone ke Android Jadi Mudah Ilmuwan Teliti Anomali Magnetik Raksasa di Bawah Australia, Misteri Bumi Terungkap Luncurkan Ambulance, Dedie Jenal Apresiasi PWI Kota Bogor Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust

Kabar Bogor

Kasus Corona Sampai Depok, Bima Minta Jajaran dan Warganya Siaga

badge-check


					Kasus Corona Sampai Depok, Bima Minta Jajaran dan Warganya  Siaga Perbesar

Paska konfrensi pers yang dilakukan oleh Presiden Jokowi Senin (2/3/2020), terkait ditemukannya 2 warga di Depok yang positif terkena virus corona. Walikota Bogor Bima Arya Suagiarto langsung menginstruksikan kewaspadaan dan kesiapsiagaan Kota Bogor dalam mengantisipasi Virus Corona Covid-19.

Menurut Bima, poin pertama menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas, Camat dan Lurah agar lebih gencar melakukan sosialisasi baik langsung maupun melalui semua kanal media kepada masyarakat terkait cara penularan dan pencegahan Virus Corona.

“Poin kedua menginstruksikan kepada puskesmas agar meningkatkan pemantauan di wilayah untuk melakukan deteksi dini virus Corona dan terus lakukan kordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk setiap kemungkinan kasus Corona,”kata Bima melalui pesan singkat kepada wartawan.

Poin ketiga, lanjut Bima, meminta Dinas Kesehatan agar melakukan pengecekan ulang ke semua Rumah Sakit terkait kesiapsiagaannya. Termasuk sarana ruang isolasi tekanan negatif, sarana prasarana alat pelindung diri (APD) lengkap, SDM dan alur SOP.

“Saya minta agar semua Rumah Sakit siap untuk menghadapi kemungkinan penyebaran Covid-19, dengan meningkatkan kesiapsiagaan dengan melengkapi APD dan ruang isolasi, sesuai aturan dari Kemenkes. Poin kelima, saya juga meminta Dinas Kesehatan segera membentuk Posko Covid-19 siaga 24 jam untuk menerima laporan apabila ada pasien yang terindikasi Covid-19,” ujarnya.

Bima juga meminta warga menghindari kontak langsung dengan orang yang baru pulang dari daerah/ negara terjangkit wabah Covid 19 dalam rentang waktu 28 hari sejak kedatangannya di Indonesia, atau menghindari bepergian ke daerah/negara yang dinyatakan wabah Covid-19.

“Saya mengajak masyarakat untuk menjadikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai gaya hidup untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Dan jika di lingkungan warga ada informasi terkait dugaan virus Corona, Pemkot membuka layanan sambungan cepat 24 jam 119 atau Posko layanan kegawatdaruratan medis 0251-8363335 dan WhatsApp 08111116093,” jelasnya.

rs-ummi-bogorSementara itu terkait tersiarnya informasi tentang pasien berwarga negara Jepang yang diduga terinfeksi virus corona dan dirawat di RS UMMI Bogor, Bima Arya membantahnya. Dan menjamin tidak ada kasus corona yang ditangani di RS di Kota Bogor.

“Tidak benar bahwa ada yang positif korona,” tegas Bima.

Bima mengaku telah mendapatkan informasi warga Kecamatan Bogor Barat, yang dikabarkan diagnosa korona.

“Kita cek terus per jam, kondisinya membaik, jadi belum ada indikasi ke arah korona dan memang negatif,” ujarnya.

 

Sementara itu, Direktur Utama RS Ummi Bogor, Andi Tatat memastikan pasien yang dikabarkan Korona sesuai hasil konfirmasi dan koordinasi, tim ahli Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso menyatakan bahwa pasien tersebut belum bisa digolongkan suspect korona.

“Kabar yang menyebutkan seorang pasien dengan demam dan gangguan pernafasan dengan riwayat datang dari Jepang, dan transit di Hongkong selama 14 hari, berobat ke Poli internis RS Ummi pada 26 Februari 2020.

Dokter yang menangani pasien tersebut pun telah melakukan langkah penanganan dan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor . Kemudian melakukan koordinasi dengan RSPI Sulianti Saroso untuk merujuk pasien ke RS tersebut.

“Meski sudah ada hasilnya, tetap kita menganjurkan agar diobservasi dahulu. Karena ruang rawat isolasi penuh kami merujuk pasien tersebut ke Bogor Senior Hospital untuk observasi lebih lanjut,” pungkasnya.

Hal tersebut dibenarkan direktur marketing dan pemasaran RS UMMI Sri Pangesti. Menurutnya informasi adanya pasien positif corona di RS UMMI, tidak benar.

“Itu hoax. Tidak ada pasien positif corona di sini. Namun demikian kami tetap waspada dan menyiapkan sesuai SOP dari pemerintah dalam penanganan corona,” ujarnya.

Reporteraldhoherman

Editor aldho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Luncurkan Ambulance, Dedie Jenal Apresiasi PWI Kota Bogor

12 February 2026 - 08:24 WIB

Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

10 February 2026 - 09:34 WIB

HPN 2026, PWI Kota Bogor Buka 3 Layanan Publik Sekaligus

7 February 2026 - 20:03 WIB

Kapolresta Kota Bogor dan Dandim Ajak Wartawan Kompak Amankan Kota Bogor

6 February 2026 - 22:39 WIB

Pengurus Gudep SDN Papandayan Dilantik, Ini Pesan Ka Kwarcab Kota Bogor

6 February 2026 - 22:25 WIB

Trending on Kabar Bogor