Menu

Dark Mode
Horee, Lahan Trase Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Mulai Digarap Gempa Besar Guncang Utara Malaysia, BMKG Ungkap Pemicunya Insinyur Google Ketahuan Kirim Rahasia Tingkat Tinggi ke Iran Anak Elon Musk Tuduh Trump Coba Alihkan Kasus Epstein Files Kekeringan Ekstrem Abad ke-6 Buka Jalan Dominasi Islam di Jazirah Arab Bos ChatGPT Ejek Ambisi Elon Musk Buat Data Center di Luar Angkasa

Kabar Lifestyle

Insinyur Google Ketahuan Kirim Rahasia Tingkat Tinggi ke Iran

badge-check


					Insinyur Google Ketahuan Kirim Rahasia Tingkat Tinggi ke Iran (Foto: detikINET/Ardhi Suryadhi) Perbesar

Insinyur Google Ketahuan Kirim Rahasia Tingkat Tinggi ke Iran (Foto: detikINET/Ardhi Suryadhi)

Dewan juri federal mendakwa tiga insinyur Silicon Valley atas tuduhan mencuri rahasia dagang dari Google dan perusahaan teknologi lainnya, serta mentransfer data sensitif tersebut ke Iran.
Samaneh Ghandali (41), saudara perempuannya Soroor Ghandali (32), dan Mohammadjavad Khosravi (40), semuanya penduduk San Jose, ditangkap pada hari Kamis dan hadir di pengadilan distrik federal pada hari yang sama.

Surat dakwaan tersebut mengidentifikasi para terdakwa sebagai warga negara Iran. Soroor berada di Amerika Serikat dengan visa pelajar non imigran. Samaneh kemudian menjadi warga negara AS, dan Khosravi suaminya, menjadi penduduk tetap sah AS. Jaksa mengatakan Khosravi sebelumnya bertugas di militer Iran.

Ketiganya menghadapi tuduhan konspirasi melakukan pencurian rahasia dagang, percobaan pencurian rahasia dagang, serta perintangan penyidikan, menurut kejaksaan AS untuk Distrik Utara California.

Jaksa menuduh ketiga terdakwa memanfaatkan posisi mereka di perusahaan teknologi terkemuka yang mengembangkan prosesor komputer seluler untuk mendapatkan ratusan file rahasia, termasuk materi terkait keamanan prosesor dan kriptografi.

Samaneh dan Soroor bekerja di Google sebelum bergabung dengan perusahaan ketiga yang hanya diidentifikasi sebagai “Perusahaan 3”. Khosravi bekerja di perusahaan terpisah yang disebut sebagai “Perusahaan 2”, yang mengembangkan platform system-on-chip (SoC) seperti seri Snapdragon untuk smartphone.

Dikutip dari Detik, Google mengatakan telah mendeteksi dugaan pencurian tersebut melalui pemantauan keamanan rutin sebelum menyerahkan kasusnya ke penegak hukum.

“Kami telah meningkatkan pengamanan untuk melindungi informasi rahasia kami dan segera memberi tahu penegak hukum setelah menemukan insiden ini,” kata juru bicara Google, Jose Castaneda.

“Metode pemindahan data rahasia oleh para terdakwa melibatkan langkah-langkah yang disengaja untuk menghindari deteksi dan menyembunyikan identitas mereka,” sebut Agen Khusus FBI, Sanjay Virmani.

Para terdakwa berusaha menutupi jejak mereka setelah sistem keamanan internal Google menandai aktivitas Samaneh dan mencabut aksesnya ke sumber daya perusahaan pada Agustus 2023.

Jika terbukti bersalah, setiap terdakwa menghadapi hukuman hingga 10 tahun penjara untuk tiap tuduhan rahasia dagang dan hingga 20 tahun untuk perintangan penyidikan, bersama denda hingga USD 250.000 per dakwaan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gempa Besar Guncang Utara Malaysia, BMKG Ungkap Pemicunya

23 February 2026 - 13:15 WIB

Anak Elon Musk Tuduh Trump Coba Alihkan Kasus Epstein Files

23 February 2026 - 12:53 WIB

Kekeringan Ekstrem Abad ke-6 Buka Jalan Dominasi Islam di Jazirah Arab

23 February 2026 - 12:48 WIB

Bos ChatGPT Ejek Ambisi Elon Musk Buat Data Center di Luar Angkasa

23 February 2026 - 12:44 WIB

Pakar ITB Ungkap Tanpa Spektrum Ideal, Pengalaman 5G Pengguna Sulit Maksimal

22 February 2026 - 16:12 WIB

Trending on Kabar Lifestyle