Lambatnya hasil test swab Covid 19 keluar, mendapat sorotan tajam Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto. Padahal hasil lab test swab tersebut menjadi penentu menahan laju penyebaran virus covid 19. Untuk itu Atang mendesak Kemenkes RI agar menambah laboratorium.
“Untuk menahan laju kenaikan jumlah positif corona, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP), hasil test swab harus cepat hasilnya. Sehingga bisa diambil langkah-langkah tepat untuk mencegah penyebaran. Untuk itu laboratorium harus ditambah,” kata Atang kepada kabaronline.

Jabodetabek ini lanjut Atang, menjadi epicentrum Covid-19 di Indonesia, kalau hanya mengandalkan Balitbangkes, tidak bisa gerak cepat.
“Banyak ODP dan PDP Corona di Kota Bogor yang belum keluar hasil uji swab nya. Bahkan beberapa diantaranya sudah meninggal kemarin atau beberapa hari yang lalu,” ujarnya.
Atang menjelaskan, hari Minggu (29/3/2020) kemarin, dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor masih tercatat 14 positif dan 14 meninggal baik dari PDP maupun yang positif. Per 1 April sudah 17 yang meninggal dan positif corona tercatat 18 orang. Rapid Test yang dilaksanakan sebagai tes awal, perlu diuji lagi dengan swab test untuk memastikan keakuratannya.
“Lamanya hasil proses uji tersebut akan menghambat upaya cepat, baik dari pihak RS untuk melakukan penanganan yang tepat ataupun bagi Pemerintah untuk segera melakukan langkah isolasi dan tracking terhadap ODP yang lain. Dengan demikian, upaya maksimal untuk penanganan pasien yang sakit ataupun peluang penyebarannya bisa segera dilakukan dengan cepat melakukan tracking dan isolasi,” tambah politisi PKS ini.
Atang menegaskan, tidak perlu membangun laboratorium baru, melainkan dengan memberikan izin kepada laboratorium yang sudah ada untuk ujii Covid-19.
“Tidak perlu bangun baru atau beli peralatan baru. Dari hasil diskusi Forkopimda Kota Bogor kemarin, Laboratorium IPB siap dan bersedia untuk ditunjuk sebagai Laboratorium Penguji. Selain IPB, saya juga dengar bahwa Laboratorium veteriner kementan juga punya kemampuan uji Real Time PCR dan BSL3. Artinya, Kemenkes tinggal assesment dan segera terbitkan ijin setelah memenuhi syarat,” tegasnya.
Atang menambahkan, hal ini sama dengan ditunjuknya Institute Of Tropical Disease (ITD) UNAIR di Surabaya, sehingga uji Covid-19 di area Surabaya dan sekitarnya tidak harus memakan waktu berhari-hari karena pengiriman sampel.
“Laboratorium IPB ataupun Lab lain yang punya kemampuan sama bisa membantu sehingga Jabodetabek sebagai epicentrum Covid-19 di Indonesia bisa lebih cepat ditangani,” pungkasnya.
reporterpratama














