Menu

Dark Mode
Ilmuwan Teliti Anomali Magnetik Raksasa di Bawah Australia, Misteri Bumi Terungkap Luncurkan Ambulance, Dedie Jenal Apresiasi PWI Kota Bogor Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust Bongkahan Meteorit 2,8 Ton Diselundupkan dari Rusia, Kok Bisa? Perang Lawan Penipuan Digital, Tri Kini Bisa Blokir Scam WhatsApp Call

Kabar Bogor

Hasil Test Swab Lambat, Ketua DPRD Desak Kemenkes Tambah Lab

badge-check


					Hasil Test Swab Lambat, Ketua DPRD Desak Kemenkes Tambah Lab Perbesar

Lambatnya hasil test swab Covid 19 keluar, mendapat sorotan tajam Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto. Padahal hasil lab test swab tersebut menjadi penentu menahan laju penyebaran virus covid 19. Untuk itu Atang mendesak Kemenkes RI agar menambah laboratorium.

“Untuk menahan laju kenaikan jumlah positif corona, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP), hasil test swab harus cepat hasilnya. Sehingga bisa diambil langkah-langkah tepat untuk mencegah penyebaran. Untuk itu laboratorium harus ditambah,” kata Atang kepada kabaronline.

Jabodetabek ini lanjut Atang, menjadi epicentrum Covid-19 di Indonesia, kalau hanya mengandalkan Balitbangkes,  tidak bisa gerak cepat.

muspida“Banyak ODP dan PDP Corona di Kota Bogor yang belum keluar hasil uji swab nya. Bahkan beberapa diantaranya sudah meninggal kemarin atau beberapa hari yang lalu,” ujarnya.

Atang menjelaskan, hari Minggu (29/3/2020) kemarin, dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor masih tercatat 14 positif dan 14 meninggal baik dari PDP maupun yang positif. Per 1 April sudah 17 yang meninggal dan positif corona tercatat 18 orang. Rapid Test yang dilaksanakan sebagai tes awal, perlu diuji lagi dengan swab test untuk memastikan keakuratannya.

“Lamanya hasil proses uji tersebut akan menghambat upaya cepat, baik dari pihak RS untuk melakukan penanganan yang tepat ataupun bagi Pemerintah untuk segera melakukan langkah isolasi dan tracking terhadap ODP yang lain. Dengan demikian, upaya maksimal untuk penanganan pasien yang sakit ataupun peluang penyebarannya bisa segera dilakukan dengan cepat melakukan tracking dan isolasi,” tambah politisi PKS ini.

Atang menegaskan, tidak perlu membangun laboratorium baru, melainkan dengan memberikan izin kepada laboratorium yang sudah ada untuk ujii Covid-19.

“Tidak perlu bangun baru atau beli peralatan baru. Dari hasil diskusi Forkopimda Kota Bogor kemarin, Laboratorium IPB siap dan bersedia untuk ditunjuk sebagai Laboratorium Penguji. Selain IPB, saya juga dengar bahwa Laboratorium veteriner kementan juga punya kemampuan uji Real Time PCR dan BSL3. Artinya, Kemenkes tinggal assesment dan segera terbitkan ijin setelah memenuhi syarat,” tegasnya.

Atang menambahkan, hal ini sama dengan ditunjuknya Institute Of Tropical Disease (ITD) UNAIR di Surabaya, sehingga uji Covid-19 di area Surabaya dan sekitarnya tidak harus memakan waktu berhari-hari karena pengiriman sampel.

“Laboratorium IPB ataupun Lab lain yang punya kemampuan sama bisa membantu sehingga Jabodetabek sebagai epicentrum Covid-19 di Indonesia bisa lebih cepat ditangani,” pungkasnya.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Luncurkan Ambulance, Dedie Jenal Apresiasi PWI Kota Bogor

12 February 2026 - 08:24 WIB

Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

10 February 2026 - 09:34 WIB

HPN 2026, PWI Kota Bogor Buka 3 Layanan Publik Sekaligus

7 February 2026 - 20:03 WIB

Kapolresta Kota Bogor dan Dandim Ajak Wartawan Kompak Amankan Kota Bogor

6 February 2026 - 22:39 WIB

Pengurus Gudep SDN Papandayan Dilantik, Ini Pesan Ka Kwarcab Kota Bogor

6 February 2026 - 22:25 WIB

Trending on Kabar Bogor