Memulihkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi covid 19, bukanlah perkara mudah. Namun kolaborsasi semua pihak termasuk swasta, akan mempercepat melewati masa sulit. Untuk itu Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor meluncurkan pelatihan Keterampilan Akan Membawa Nilai (Kawani) di Pengrajin Kayu Jati Belanda, Ciparigi, Bogor Utara, Senin (16/11/2020).
Menurut Wali Kota Bogor Bima Arya, ini bagian dari ikhtiar Pemkot dalam economic rebound di tengah pandemi. “Jadi kita membidik sektor yang banyak permintaannya di masa pandemi berdasarkan market research kita ada komoditas-komoditas yang laku di pasaran, salah satunya kerajinan untuk dekorasi rumah,” ungkap Bima Arya.

Para peserta pelatihan ini merupakan warga terdampak secara ekonomi akibat Covid-19, salah satunya adalah korban PHK.
“Kita modali, kita latih, kemudian kita kerjasama dengan HIPMI untuk melakukan pemasarannya. Jadi, akan saya targetkan akhir tahun produknya sudah siap. Kita siapkan lokasinya bukan saja memberikan lapangan pekerjaan tapi kita ingin menciptakan klaster-klaster UMKM baru di Kota Bogor. Tahap berikutnya kita memilih outlet-outletnya. Saya ingin di tempat strategis ya sehingga bisa terlihat oleh publik,” jelasnya.
Baca juga: Positif Covid, Bupati Bogor Himbau Warga Tetap Waspada
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Samson Purba, menyatakan, program ini dikucurkan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar dari Dana Insentif Daerah (DID). “Peserta 164 orang di 15 kelurahan se-Kota Bogor. Secara khusus 5 kelurahan dibina langsung oleh HIPMI dengan mendatangkan pelatih ahli dan lembaga-lembaga yang kompeten. 10 kelurahan lainnya akan dibina oleh pengusaha di kelurahan yang sudah diseleksi dan layak untuk menjadi orangtua asuh dari kerajinan tersebut,” terang Samson.
Ia menambahkan, pendampingan akan berjalan selama enam bulan dan kepada seluruh pengrajin akan diberi hibah 181 jenis peralatan dengan nilai Rp 755 juta.
Sementara itu, Ketua HIPMI Kota Bogor Zulfikar Priyatna mengaku sudah melakukan serangkaian MoU dengan perusahaan logistik eksport-import terbesar di Indonesia dan gabungan perusahaan eksportir Indonesia dan retail-retail besar.
penulis/editor herman














