Menu

Dark Mode
Microsoft Dikabarkan PHK 22 Ribu Karyawan Awal 2026, Imbas AI Evakuasi Astronaut Gegara Sakit Misterius, NASA Jawab Nasib Misi ke Bulan Krisis RAM dan SSD Akibat AI Hantam PC dan Laptop, Harga Bakal Naik Terus Instagram Buka Suara Soal Teror Reset Password & Isu Kebocoran Data Komdigi Resmi Blokir Akses Grok AI Imbas Marak Deepfake Asusila Pengguna Instagram Dibanjiri Email Reset Password, Ternyata Ada Kebocoran Data

Kabar Lifestyle

Apakah Roblox Akan Diblokir di Indonesia?

badge-check


					Ilustrasi game Roblox. Foto: (Gamequitters.com) Perbesar

Ilustrasi game Roblox. Foto: (Gamequitters.com)

Bogor – Polemik seputar game Roblox mencuat setelah pemerintah menyoroti potensi dampak negatifnya terhadap anak-anak. 

Pemerintah bahkan tidak menutup kemungkinan memblokir platform tersebut jika terbukti mengandung kekerasan yang memengaruhi perilaku generasi muda. 

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, pemerintah akan mengambil langkah tegas jika konten dalam Roblox dinilai sudah melewati batas.

“Kalau memang kita merasa sudah melewati batas, apa yang ditampilkan memengaruhi perilaku adik-adik kita, ya tidak menutup kemungkinan,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/8/2025). 

Menurut Prasetyo, keputusan itu tidak hanya berlaku untuk Roblox, tetapi juga game online lain yang memuat unsur kekerasan.

“Kita mau melindungi generasi kita, enggak ragu-ragu juga. Kalau memang itu mengandung unsur kekerasan, ya kita tutup, enggak ada masalah,” ujarnya.

Prasetyo menambahkan, evaluasi rutin dilakukan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), tidak hanya untuk game, tetapi juga konten film dan media sosial.

Mendikdasmen Larang Anak Main Roblox

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melarang anak-anak bermain Roblox karena dinilai mengandung unsur kekerasan.

Larangan itu ia sampaikan saat meninjau program Cek Kesehatan Gratis di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025).

“Kalau main HP tidak boleh menonton kekerasan, yang di situ ada berantemnya, di situ ada kata-kata yang jelek-jelek, jangan nonton yang tidak berguna ya. Nah yang main blok-blok (Roblox) tadi itu jangan main yang itu ya, karena itu tidak baik ya,” kata Mu’ti.

Menurutnya, anak-anak cenderung meniru adegan dalam game, termasuk kekerasan yang mereka anggap hal biasa.

Mu’ti juga menilai kecanduan bermain game menurunkan aktivitas fisik serta memengaruhi perkembangan motorik dan emosional. Ia mendorong orang tua mengarahkan anak ke konten edukatif.

PPPA: Hentikan Jika Terbukti Berdampak Negatif 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan, Roblox sebaiknya dihentikan bila terbukti memiliki dampak buruk. Meski kementeriannya belum menerima laporan resmi, Arifah mengakui ada kekhawatiran dari orang tua.

“Tapi kalau saya lihat, kalau anak-anak udah main itu (Roblox), kayaknya lupa makan, lupa waktu,” kata Arifah.

Ia menegaskan, keputusan harus melalui kajian menyeluruh, bukan dilakukan tergesa-gesa.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Microsoft Dikabarkan PHK 22 Ribu Karyawan Awal 2026, Imbas AI

12 January 2026 - 14:44 WIB

Evakuasi Astronaut Gegara Sakit Misterius, NASA Jawab Nasib Misi ke Bulan

12 January 2026 - 14:41 WIB

Krisis RAM dan SSD Akibat AI Hantam PC dan Laptop, Harga Bakal Naik Terus

12 January 2026 - 14:38 WIB

Instagram Buka Suara Soal Teror Reset Password & Isu Kebocoran Data

12 January 2026 - 14:34 WIB

Komdigi Resmi Blokir Akses Grok AI Imbas Marak Deepfake Asusila

11 January 2026 - 10:54 WIB

Trending on Kabar Lifestyle