Jakarta – Neanderthal merupakan salah satu spesies manusia yang hidup sekitar 400.000 hingga 40.000 tahun lalu, tepatnya pada zaman Pleistosen Tengah hingga Atas. Apakah Neanderthal sudah mengenal agama?
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi arkeolog adalah rekonstruksi praktik, tradisi, dan pengalaman kuno yang tidak meninggalkan jejak fisik dalam catatan fosil. Oleh karena itu, menafsirkan pemikiran dan tindakan simbolis manusia prasejarah sangat rumit, terutama dalam kaitannya hominin lain yang tidak termasuk dalam spesies yang sama dengan kita.

Namun, temuan material dapat memberikan sedikit gambaran tentang apa yang mungkin dilakukan oleh sepupu kita di zaman Pleistosen.
Melansir IFLScience, pada tahun 1990-an, para peneliti menemukan struktur aneh di dalam gua Neanderthal di Prancis. Ada dua lingkaran stalagmit yang tersusun rapi. Kegunaan dari komposisi aneh ini masih belum jelas, meskipun ada bukti bahwa api secara teratur dinyalakan di dalam lingkaran speleothem tersebut.
Para antropolog pun masih mencoba menafsirkan penemuan ini (yang berasal dari sekitar 176.000 tahun yang lalu). Salah satu teori utama itu digunakan sebagai arena ritual, sehingga mengisyaratkan kemungkinan kepercayaan simbolis, atau bahkan keagamaan.
Kendati demikian, perlu dicatat bahwa pengaturan tersebut mungkin memiliki fungsi domestik semata. Masih belum ada kepastian mengenai arti temuan ini bagi kognisi dan perilaku Neanderthal.
Apakah Neanderthal memiliki kultus beruang?
Teori lain yang sangat kontroversial berkaitan dengan pemujaan beruang gua oleh Neanderthal. Gagasan ini, yang awalnya dikemukakan oleh arkeolog Swiss Emil Bächler pada dekade awal abad ke-20, didasarkan pada penemuan sejumlah besar tulang beruang di dalam sebuah peti mati yang tampaknya tidak alami di situs bernama Drachenloch, yang berarti ‘Gua Naga’.
Bertahun-tahun kemudian, hipotesis tersebut dibantah analisis yang menemukan bahwa tulang-tulang tersebut sebenarnya terakumulasi karena proses alami. Akan tetapi, beberapa tahun terakhir, bukti baru telah muncul yang menunjukkan Neanderthal memang meninggalkan ukiran simbolis pada tengkorak beruang gua di Polandia, menghidupkan kembali kemungkinan adanya kultus beruang.
Di tempat lain, di gua Des-Cubierta di Spanyol, para arkeolog menemukan lusinan tengkorak bertanduk milik mamalia besar, termasuk aurochs dan badak stepa. Dikumpulkan dan disimpan oleh Neanderthal selama beberapa generasi. Isi dari ‘gua tengkorak’ ini sangat sulit untuk ditafsirkan, meskipun ada kemungkinan bahwa koleksi tulang tersebut mewakili semacam praktik spiritual atau keagamaan yang dipertahankan selama beberapa dekade, abad, atau bahkan lebih lama.
Pada akhirnya, belum dapat dipastikan apakah Neanderthal mempraktikkan kultus beruang atau agama lain apa pun.
Sumber: detik.com














