Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Pendidikan

IPB Siapkan 50-60% Mahasiswa Baru dari Jalur SNMPTN

badge-check

image

Denyhendrayana

Institut Pertanian Bogor tetap mengalokasikan kuota 50-60 persen penerimaan mahasiswa baru dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun ini. Meskipun, Kementrian Pendidikan Tinggi menurunkan kuota penerimaan mahasiswa baru dari jalur SNMPTN dari 50 persen ke 40 persen.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Yonny Koesmaryono, Kamis (21/1/2016) mengatakan IPB telah memiliki sistem peringkat riwayat akademik sejumlah sekolah yang disusun sejak 30 tahun yang lalu. Hal ini menjadi dasar dan alasan IPB masih mempercayai sistem penerimaan mahasiswa baru dengan pertimbangan nilai rapor.

“Kita punya sistem perak, semua riwayat akademik sekolah ada di situ sehingga kita bisa tahu mana sekolah yang memanipulasi nilai rapor siswanya mana yang tidak,” ucap Yonny. Tahun ini, IPB akan menerima sebanyak 3.700 mahasiswa baru. Selain 50-60 persen dari jalur SNMPTN, sisanya akan diambil dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri serta ujian mandiri.

Secara umum, panitia SNMPTN juga akan menerapkan sistem pemeringkatan berdasarkan akreditasi sekolah tahun ini. “Ini bukan menentukan siapa yang masuk, tapi untuk elibilitas,” kata Yonny. Dengan demikian, sekolah dengan akreditasi A bisa mendaftarkan 75 persen siswa terbaiknnya, sekolah dengan akreditasi B 50 persen siswa terbaik, sedangkan sekolah dengan akreditase C bisa mendaftarkan 20 persen siswa terbaiknya.

Menurut Yonny, rektor sejumlah perguruan tinggi negeri sepakat untuk menurunkan kuota dari SNMPTN karena kecewa dengan sekolah yang suka merekayasa dan memanipulasi nilai rapor. “Harus ada pembelajaran untuk sekolah, supaya kalau ngasih nilai tidak seenaknya, asal bagus,” ucap Yonny.

Disebutkan Yonny, pernah ada sekolah yang mencantumkan nilai rapor 100 atau sempurna untuk beberapa mata pelajaran. “Nilai-nilai itu kan, jadi tidak mencerminkan kemampuan siswa. Masa iya, bisa sempurna,” tuturnya. #Denihendrayana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cetak Talenta Vokasi Unggul, United Tractors Gelar Lomba Kompetensi Siswa

8 July 2026 - 20:55 WIB

941 Pramuka Garuda Kota Bogor Resmi Dikukuhkan

5 July 2026 - 21:54 WIB

Bahas Agenda Kerja dan Pilih Ketua, Kwaran Tansa Gelar Musran

24 June 2026 - 17:41 WIB

276 Anggota Pramuka Kwarran Bogor Barat Raih Predikat Pramuka Garuda

14 June 2026 - 20:15 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Kwarran Bogor Barat Gelar Gerakan Menanam Insan Pramuka

17 May 2026 - 13:44 WIB

Trending on Kabar Pendidikan