Menu ✖

Dark Mode
Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen Kisah Rui Pinto, Hacker yang Bocorkan Skandal Finansial Manchester City

Headline

Kota Bogor Anggarkan Dana Pengentasan Kemiskinan Naik

badge-check

image

#denyhendrayana

Anggaran untuk pengentasan kemiskinan dalam APBD Kota Bogor tahun 2016 meningkat dari Rp 197 miliar di tahun 2015 menjadi Rp 240 miliar pada tahun ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor Suharto, Rabu (20/1/2016) mengatakan anggaran ini akan menyasar 49.815 rumah tangga sasaran di 6 kecamatan yang ada di Kota Bogor.

“Berdasarkan hasil evaluasi, di tahun 2015 kita telah memenuhi target 117 persen pengentasan kemiskinan. Namun, masih saja ada suara-suara sumbang yang menyatakan kemiskinan di Kota Bogor meningkat. Oleh karenanya, tahun ini anggaran untuk pengentasan kemiskinan kita naikkan,” kata Suharto.

Anggaran tersebut, lanjut Suharto akan dikucurkan ke setidaknya 8 sektor mulai dari pendidikan, kesehatan hingga tenaga kerja. Nilai anggaran itu setara dengan komposisi 19,13 persen dari belanja langsung atau 10,12 persen dari APBD Kota Bogor senilai Rp 2,3 triliun.

“Kita tentunya cermati bagaimana angka ini bisa benar-benar sesuai dengan sasaran yang kita harapkan,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menambahkan angka kemiskinan di Kota Bogor pada 2015 adalah 8,3 persen. Pemkot Bogor menargetkan ada penurunan angka kemiskinan 1,1 persen setiap tahunnya. “Ini angka moderat. Tidak boleh kurang dari angka itu,” ucap Usmar.

Dia berharap selain dari APBD akan ada bantuan dar stakeholder lain seperti CSR dan program yang bisa mengurangi kemiskinan di Kota Bogor. “Perlu juga diingat, belum tentu anggaran yang besar efektif dan efisien karena indikator kemiskinan masih tumpang tindih,” kata Usmar.

Menurut Usmar, anggaran yang dikucurkan termasuk anggaran percepatan infrastruktur wilayah senilai Rp 135 miliar. Dengan demikian, tidak ada lagi keluhan rumah tidak layak huni atau jalan rusak di wilayah yang bisa mengganggu gerak ekonomi di wilayah. #Deni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polresta Sleman Tangkap Sejoli Kasus Penelantaran Bayi di Kalasan

7 October 2026 - 19:29 WIB

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Buka Resmi UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya

5 October 2026 - 15:55 WIB

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trending on Headline