Anggaran untuk pengentasan kemiskinan dalam APBD Kota Bogor tahun 2016 meningkat dari Rp 197 miliar di tahun 2015 menjadi Rp 240 miliar pada tahun ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor Suharto, Rabu (20/1/2016) mengatakan anggaran ini akan menyasar 49.815 rumah tangga sasaran di 6 kecamatan yang ada di Kota Bogor.
“Berdasarkan hasil evaluasi, di tahun 2015 kita telah memenuhi target 117 persen pengentasan kemiskinan. Namun, masih saja ada suara-suara sumbang yang menyatakan kemiskinan di Kota Bogor meningkat. Oleh karenanya, tahun ini anggaran untuk pengentasan kemiskinan kita naikkan,” kata Suharto.
Anggaran tersebut, lanjut Suharto akan dikucurkan ke setidaknya 8 sektor mulai dari pendidikan, kesehatan hingga tenaga kerja. Nilai anggaran itu setara dengan komposisi 19,13 persen dari belanja langsung atau 10,12 persen dari APBD Kota Bogor senilai Rp 2,3 triliun.
“Kita tentunya cermati bagaimana angka ini bisa benar-benar sesuai dengan sasaran yang kita harapkan,” ucapnya.
Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menambahkan angka kemiskinan di Kota Bogor pada 2015 adalah 8,3 persen. Pemkot Bogor menargetkan ada penurunan angka kemiskinan 1,1 persen setiap tahunnya. “Ini angka moderat. Tidak boleh kurang dari angka itu,” ucap Usmar.
Dia berharap selain dari APBD akan ada bantuan dar stakeholder lain seperti CSR dan program yang bisa mengurangi kemiskinan di Kota Bogor. “Perlu juga diingat, belum tentu anggaran yang besar efektif dan efisien karena indikator kemiskinan masih tumpang tindih,” kata Usmar.
Menurut Usmar, anggaran yang dikucurkan termasuk anggaran percepatan infrastruktur wilayah senilai Rp 135 miliar. Dengan demikian, tidak ada lagi keluhan rumah tidak layak huni atau jalan rusak di wilayah yang bisa mengganggu gerak ekonomi di wilayah. #Deni
















