Sering banjirnya kawasan Tanah Baru, Kampung Kramat, dan Cibuluh, Bogor Utara, bahkan k
hingga merendam ratusan rumah warga, salah satunya lantaran derasnya air yang masuk ke kali Ciluar tetapi tertahan akibat pertemuan dengan kali Cibuluh.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, usai melakukan rapat bersama dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Dinas Pengawasan Bangunan dan Pemukiman (Wasbangkim), jajaran lurah dari Tanah Baru, Cimahpar, Cibuluh dan Ciluar, Selasa (24/11/15).
Setelah ditelusuri, kata Usmar, hulu kali Ciluar berada di Danau Bogor Raya yang berdasarkan pengukuran terakhir mempunyai luas 6,5 Hektar.
“Kedalaman danau ini 20 tahun yang lalu tujuh meter. Di Danau Bogor Raya, sudah terjadi sedimentasi sekitar 60-70 persen,” ungkap Usmar.
Selain itu, sambungnya, luas permukaan danau juga sudah menjadi daratan. Sehingga tidak bisa menampung air yang masuk dari sumber air Ciluar dan Citangkil, praktis mengakibatkan banjir di hilir.
“Jika luasan 6,5 hektar ini dinormalisasi, dalam kondisi normal danau bisa menampung air ratusan meter kubik dan menahannya sehingga air tidak langsung mengalir ke Kali Cilueur,” jelasnya.
Tetapi, menurut Usmar, di dalam upaya penyerahan fasos fasum itu banyak terdapat persoalan lantaran selain situasi dan kondisi Danau Bogor Raya itu sendiri yang sekarang dikuasai aset negara.
“Juga ada persoalan-persoalan yang memang pemeliharaannya tidak dilakukan,” ujarnya.
(D. Raditya)














