Menu ✖

Dark Mode
All Eyes on Papua Menggema, Karhutla Bumi Cenderawasih Bikin Khawatir Bubble AI Pecah Sampai Amerika, Rp18.000 Triliun Menguap Semalam Ini Cara Lacak Lokasi Orang, Bisa Pakai WhatsApp-Google Maps Balas Dendam soal Kumis Superman, Henry Cavill Bikin Game Pakai AI OpenAI Rilis Model Cybersecurity Terbaru, Bisa Apa Saja? Jelang Nataru 2026, Dirut KAI Bobby Nasution Sidak Infrastruktur Daop 6 Jogja

Kabar Lifestyle

Balas Dendam soal Kumis Superman, Henry Cavill Bikin Game Pakai AI

badge-check


					Balas Dendam soal Kumis Superman, Henry Cavill Bikin Game Pakai 
AI (Foto: Google)
Perbesar

Balas Dendam soal Kumis Superman, Henry Cavill Bikin Game Pakai AI (Foto: Google)

Henry Cavill punya cara unik untuk membalas dendam atas kontroversi kumis Superman yang pernah menjadi bahan lelucon internet. Aktor asal Inggris itu bekerja sama dengan Google membuat video game berjudul Mustache Protocol menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Game bergaya retro 16-bit ini terinspirasi dari pengalaman Cavill ketika kumisnya harus dihapus menggunakan teknologi CGI dalam film Justice League pada 2017. Hasilnya sempat menjadi bahan olok-olok karena membuat wajah Superman terlihat janggal.

“Orang bilang, tulislah apa yang kamu ketahui. Dan yang saya tahu adalah kumis dan keadilan,” ujar Cavill dalam video Google, seperti dikutip dari TweakTown, Sabtu (7/11/2026).

Kontroversi bermula ketika Cavill menjalani syuting Mission: Impossible – Fallout. Dalam film tersebut, ia tampil dengan kumis tebal yang menjadi bagian dari penampilan karakternya.

Masalah muncul saat Cavill harus kembali menjalani pengambilan gambar tambahan untuk Justice League. Karena Superman tidak berkumis, tim produksi harus menghilangkan rambut wajahnya.

Namun, Cavill tidak bisa mencukur kumis tersebut karena masih dibutuhkan untuk Mission: Impossible – Fallout. Akhirnya, Warner Bros menggunakan CGI untuk menghapus kumisnya secara digital.

Sayangnya, hasilnya terlihat kurang alami dan memicu berbagai meme di internet.

Hampir satu dekade kemudian, Cavill menjadikan pengalaman tersebut sebagai inspirasi Mustache Protocol. Dalam game ini, pemain bertugas menghentikan sekelompok seniman CGI nakal yang berencana menghapus seluruh kumis di dunia.

Premis kocak tersebut menjadi sindiran terhadap kontroversi yang pernah dialami pemeran Superman itu.

Bikin Game Pakai AI Google
Cavill membuat Mustache Protocol dengan bantuan laptop Googlebook dan sejumlah teknologi AI.

Salah satunya Google Antigravity, yang memungkinkan pengguna mengubah instruksi bahasa sehari-hari menjadi mekanisme permainan. Pendekatan ini dikenal sebagai vibe coding, yakni membuat perangkat lunak dengan bantuan AI tanpa harus menulis seluruh kode secara manual.

Cavill juga menggunakan Rambler untuk merapikan ide melalui perintah suara, Magic Pointer untuk mengolah elemen visual, serta Continue On untuk melanjutkan pekerjaan antara ponsel Android dan Googlebook.

Proses pembuatan game ini diperlihatkan Google melalui serial video tiga episode yang mulai tayang pada 4 November 2026.

Meski sudah diperkenalkan, Mustache Protocol belum tersedia untuk dimainkan publik. Google belum mengumumkan tanggal peluncurannya.

Menariknya, proyek ini juga mendukung kampanye kesehatan pria bersama organisasi Movember.

Google berkomitmen menyumbangkan USD11 untuk setiap permainan selama periode 11-30 November 2026, dengan total donasi maksimal USD500.000 atau sekitar Rp 9 miliar.

Dana tersebut akan mendukung program kesehatan mental pria, pencegahan bunuh diri, serta kesadaran terhadap kanker prostat dan kanker testis.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

All Eyes on Papua Menggema, Karhutla Bumi Cenderawasih Bikin Khawatir

7 November 2026 - 15:03 WIB

Bubble AI Pecah Sampai Amerika, Rp18.000 Triliun Menguap Semalam

7 November 2026 - 15:00 WIB

Ini Cara Lacak Lokasi Orang, Bisa Pakai WhatsApp-Google Maps

7 November 2026 - 14:56 WIB

OpenAI Rilis Model Cybersecurity Terbaru, Bisa Apa Saja?

7 November 2026 - 14:49 WIB

Tren Agentic AI Mulai Geser Era Call Center Tradisional

6 November 2026 - 20:18 WIB

Trending on Kabar Lifestyle