Menu ✖

Dark Mode
Sumpah Pemuda ke-98, Fajar Muhammad Nur Dorong Solusi 4 Persoalan Pemuda Alasan Trump Larang Pakai ‘AI’, Perintahkan Beralih ke Penggantinya Kabut Asap Karhutla Menipis Usai Hujan, Begini Cara Alam Membersihkan Udara Bocah Ajaib Kuliah Umur 9 Tahun, Calon Doktor Fisika di Usia 18 Tahun BlackBerry Banting Setir, Bangkit dari Masa Kelam Anggaran Film Elden Ring Melonjak, Kini Hampir Mencapai Rp 3,6 Triliun

Kabar Lifestyle

NASA Tampilkan Kawah Mirip Laba-laba Raksasa di Australia

badge-check


					NASA menemukan sebuah kawah menyerupai laba-laba raksasa yang 
membentang di lanskap wilayah Kimberley, Australia. (Foto: NASA Earth 
Observatory/Michala Garrison)
Perbesar

NASA menemukan sebuah kawah menyerupai laba-laba raksasa yang membentang di lanskap wilayah Kimberley, Australia. (Foto: NASA Earth Observatory/Michala Garrison)

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan sebuah kawah menyerupai laba-laba raksasa yang membentang di lanskap wilayah Kimberley, Australia.

Gambar kawah mirip laba-laba raksasa yang diberi nama Spider Crater ini tertangkap oleh instrumen Operational Land Imager (OLI) pada satelit Landsat 9 milik NASA dan USGS pada 20 September lalu.

Kawah Spider Crater berbentuk oval dengan ukuran sekitar 13 kilometer x 11 kilometer, sedangkan bagian tengahnya yang menyerupai laba-laba memiliki lebar sekitar 4 kilometer.

Para ahli geologi meyakini pola menyerupai laba-laba ini merupakan sisa dari pengangkatan bagian tengah kawah atau central uplift. Bagian ini merupakan area dasar kawah yang terangkat akibat proses pemantulan kembali, setelah menerima guncangan awal dari tumbukan.

Bagian “kaki” yang berwarna terang merupakan punggung bukit batu pasir yang bertahan ketika lapisan batuan lain di zona tumbukan terkikis.

NASA menyebut para ilmuwan kesulitan menyusun penjelasan mengenai proses pembentukannya selama puluhan tahun usai kawah Spider Carter ditemukan. Sebagian peneliti menduga kawasan ini memiliki sejarah vulkanik.

Berdasarkan penelitian lapangan, para ahli geologi menemukan tanda-tanda khas bekas tumbukan, yaitu rekahan berbentuk kipas yang disebut shatter cone.

“Rekahan ini hanya terbentuk ketika gelombang kejut yang sangat kuat merambat melalui batuan. Struktur tersebut ditemukan secara luas di bagian kubah tengah Spider Carter,” tulis NASA Earth Observatory dalam keterangannya, Selasa (13/10).

Selanjutnya, para ilmuwan turut melakukan analisis laboratorium terhadap kristal kuarsa dan zirkon yang mengalami tekanan kejut dari batu pasir di kawasan tersebut. Analisis ini menunjukkan adanya tumbukan meteorit yang membentuk kawah.

NASA belum dapat memastikan waktu terjadinya tumbukan tersebut secara pasti.

Namun, perkiraan berdasarkan usia batuan di wilayah tersebut, menunjukkan bahwa peristiwa ini terjadi sekitar 900 juta hingga 600 juta tahun lalu. Artinya, Spider Carter diperkirakan terbentuk pada akhir Precambrian.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Alasan Trump Larang Pakai ‘AI’, Perintahkan Beralih ke Penggantinya

28 October 2026 - 12:47 WIB

Kabut Asap Karhutla Menipis Usai Hujan, Begini Cara Alam Membersihkan Udara

28 October 2026 - 12:42 WIB

BlackBerry Banting Setir, Bangkit dari Masa Kelam

28 October 2026 - 12:32 WIB

Anggaran Film Elden Ring Melonjak, Kini Hampir Mencapai Rp 3,6 Triliun

28 October 2026 - 12:29 WIB

Menkomdigi Respons Ancaman Internet RI Diputus Singapura: Tak Perlu Geram

28 October 2026 - 12:24 WIB

Trending on Kabar Lifestyle