Kabar meninggalnya Amaluddin Syarif, sosok ikonik yang wajahnya dikenal sebagai sampul lagu-lagu MP3 di Indonesia, meninggalkan kesedihan bagi warganet. Sosok yang akrab bagi generasi 2000-an itu bukan sekadar wajah di sampul lagu, melainkan bagian dari kenangan masa sekolah hingga era keemasan anak warnet.
Informasi kepergian Amaluddin disampaikan akun Instagram @baxxxxxao, rekan yang ikut memviralkan sosoknya pada awal tahun. Kabar tersebut kemudian mengundang ucapan belasungkawa dari warganet yang mengenang pria tersebut sebagai bagian dari perjalanan mereka menikmati musik.

Akun @axxxxxxxxxd menyebut Amaluddin sebagai sosok ‘Legend MP3’ yang wajahnya tak asing bagi generasi 2000-an dan mereka yang tumbuh pada era keemasan warung internet (warnet). “Selamat jalan, Legenda,” tulisnya.
Ucapan duka juga datang dari akun @cxxxxxxxxxxxxo yang mengenang Amaluddin sebagai bagian dari memori kolektif banyak orang. “Terima kasih sudah menjadi bagian dari kenangan masa lalu banyak orang. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tulisnya.
Kabar tersebut mengingatkan warganet pada masa ketika lagu-lagu favorit banyak dikumpulkan dalam format MP3. Foto Amaluddin kerap muncul sebagai sampul file musik yang diunduh dan disimpan di komputer maupun ponsel.
Popularitas Amaluddin berawal dari kebiasaannya mengoleksi lagu-lagu Indonesia favorit. Dalam wawancara di program televisi Pagi Pagi Ambyar di TransTV pada Januari 2026, ia menceritakan bahwa koleksi musiknya sempat disimpan di situs berbagi file 4Shared karena ruang penyimpanan di komputer pribadinya terbatas.
Agar koleksi musiknya memiliki sampul, Amaluddin menggunakan foto dirinya sendiri. Ia tak menyangka berkas-berkas tersebut kemudian diunduh dan dibagikan ulang oleh pengguna lain hingga fotonya muncul di berbagai koleksi lagu MP3.
Saat menyadari wajahnya dikenal luas, Amaluddin mengaku sempat malu karena merasa dirinya bukan siapa-siapa. “Malu. Soalnya kan bukan siapa-siapa. Bukan artis juga,” ucapnya.
Meski bukan selebritas, wajah Amaluddin akhirnya dikenal luas oleh pengguna internet. Pada masanya, orang-orang kerap mencari lagu melalui situs berbagi berkas, mengunduhnya satu per satu, kemudian menyimpan koleksi musik tersebut di komputer atau ponsel.
Di luar popularitasnya di dunia maya, Amaluddin diketahui bekerja sebagai agen di salah satu anak perusahaan Telkom Group. Kini, kabar kepergiannya membuat banyak orang kembali mengenang masa ketika mendengarkan musik dilakukan dengan cara yang berbeda. Bagi generasi yang tumbuh bersama MP3 dan warnet, Amaludin bukan sekadar sosok di sampul lagu, melainkan bagian kecil dari perjalanan masa muda mereka.
Selamat jalan, Amaluddin Syarif. Terima kasih telah menjadi bagian dari nostalgia musik banyak orang.
Sumber: detik.com














